Sukses

VIDEO: Samuri, Saksi Hidup Tim Evakuasi Para Pahlawan Revolusi

Liputan6.com, Jakarta - Jari-jari renta Serma (Purn) Samuri masih kuat mengangkat deretan lencana yang diraihnya saat masih bertugas sebagai prajurit KKO, atau yang kini dikenal dengan sebutan Korps Marinir. Berikut seperti dilansir pada Liputan6, 30 September 2020.

Serma Samuri adalah salah satu saksi sejarah, peristiwa pengkhianatan G 30 S/PKI. Beliau merupakan salah satu prajurit yang jadi tim evakuasi para jenderal Pahlawan Revolusi, dari sebuah sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, 55 tahun lalu.

Meski sakit yang memaksanya berbaring di tempat tidur. Ingatan pria 84 tahun ini masih tajam, jika diminta bercerita soal evakuasi di Lubang Buaya. Samurilah yang menyiapkan peralatan bagi prajurit yang turun ke dalam sumur. 

"Turun kedua, Kopko Hartono yang sekarang sudah meninggal dunia lha itu ngambil turun, tahu-tahu ngambil dua, ndak tahu namanya siapa, tapi ngambil dua, dinaikkan dua kaki," ungkap Serma (Purn) Samuri, Saksi Evakuasi Lubang Buaya.

Dalam dua tahun belakangan, Serma (Purn) Samuri menderita akibat komplikasi strok dan diabetes.

“Ya ndak bisa apa-apa sekarang, ya duduk saja ndak bisa, makan disiapin,” tutur Munawaroh, Istri Serma (Purn) Samuri.

Samuri berharap generasi muda mau belajar sejarah, agar Indonesia jadi bangsa yang besar.