Sukses

KLB Demokrat Putuskan Moeldoko Jadi Ketua Umum

VIDEO: Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Terjang 3 Daerah Aliran Sungai

Liputan6.com, Jakarta - Banjir lahar dingin dari puncak Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, menerjang sejumlah daerah aliran sungai, Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau warga sekitar bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak menambang pasir maupun batu, untuk sementara waktu.

Inilah kondisi di aliran Sungai Besuk Sat di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Lumajang, Jawa Timur, pasca banjir lahar dingin pada Minggu lalu. Sejumlah kendaraan yang nekat melintas, harus ekstra hati-hati, karena banyak material vulkanik di dasar sungai.

Besuk Sat merupakan salah satu sungai yang terdampak langsung, banjir bandang. Selain empat tangkis sungai yang longsor, jalan alternatif penghubung Kecamatan Pasrujambe dan Candipuro, juga masih dipenuhi batu dan pasir. Meski demikian, warga terpaksa melintasi jalur banjir, karena bila memutar arah memakan waktu cukup lama.

"Mau bagaimana lagi, kalau jalur timur jauh, selisih 1,5 jam kalau lewat timur," kata Beni Sofyan, Warga.

Banjir bandang tersebut memang cukup parah, petugas Balai Besar Sungai Brantas pun melakukan pengecekan untuk antisipasi.

"Di timurnya loji Tawong Songo itu juga sudah tergerus dan membahayakan rumah warga, bahkan ada satu rumah warga yang sudah hampir runtuh," ujar Sugianto, Kepala Desa Pasrujambe.

Banjir lahan dingin dari Puncak Gunung Semeru terjadi pada Minggu lalu, menerjang tiga daerah aliran sungai, yakni, Sungai Besuk Sat, Glidik dan Kobokan. Data dari pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi, Pos Pantau Gunung Sawur, merekam terjadi getaran banjir hingga 12 milimeter. Demikian seperti dilansir pada Liputan6, 13 Oktober 2020.