Sukses

VIDEO: Beternak Cacing Saat Pandemi, Pria Ini Raup Omzet Jutaan Rupiah

Liputan6.com, Jakarta - Keluar dari tempatnya bekerja, akibat pandemi COVID-19, tidak membuat Bapak dua anak di Madiun, Jawa Timur, berpangku tangan. Dengan modal yang ada, memulai usaha budi daya cacing, jenis lumbricus rubilis.

Kini 2 minggu sekali saat panen, ia mendapatkan keuntungan hingga Rp 3 juta. Berikut video pemberitaannya pada Liputan6, 15 Oktober 2020.

Beginilah kegiatan sehari-hari Varian Arsyagam Isbandi, mantan pengemudi mobil rental, warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Setiap pagi, pria 30 tahun ini, merawat cacing di kandang belakang rumahnya. Selain memberi makan, pria yang pernah mengenyam pendidikan hingga sarjana ini, memanen cacingnya.

Setiap 2 minggu sekali, Rian panggilan akrabnya, selalu memanen cacing yang biasa digunakan untuk obat typus, maag, dan melancarkan peredaran darah ini. Sekali panen, dari 2 kwintal benih cacing, Rian mampu mendapatkan 36 kilogram cacing besar, dan setelah dikeringkan menjadi 6 kilogram cacing kering, yang dijual seharga Rp 3 juta.

Budi daya cacing, Rian jalani sejak Juli lalu saat dirinya diberhentikan dari tempatnya bekerja, sebagai sopir sewa mobil. Bingung hendak usaha apa, Rian mendapat saran kakaknya untuk usaha budi daya cacing.

"Budi daya pertama itu memang 2 bulan panen, tapi habis itu, 2 minggu sekali panen lagi, sekali panen kurang lebih 36 kilogram basah, karena saya butuhnya dijual kering, akhirnya saya keringkan itu jadi 6 kilogram, untuk harga sekitaran Rp 500 ribu per kilo, jadi total sekali panen omset sekitar Rp 3 jutaan,” Varian Arsyagam Isbandi, Pembudidaya Cacing.

Usahanya pun berjalan lancar, hingga ada dua produsen herbal yang mau menampung cacing hasil budi dayanya. Karena permintaan terus meningkat, Rian berencana mengajak warga di kampung untuk mengikuti jejaknya. Sehingga bisa saling berbagi rezeki saat kondisi ekonomi sulit karena pandemi Covid-19.