Sukses

Machfud Arifin Janji Bangun Lift di Rusun Cipta Menanggal Surabaya

Liputan6.com, Surabaya - Calon wali kota Surabaya, nomor urut dua, Machfud Arifin menjanjikan bakal membangun fasilitas lift di Rumah Susun (Rusun) Cipta Menanggal Surabaya

Janji tersebut terucap ketika Machfud Arifin mendengarkan keluhan seorang nenek hanya bisa menyaksikan acara sapa warga dari lantai 4 tempat tinggalnya. Keterbatasan fungsi kaki membuat ia tidak bisa turun ke lantai satu, untuk bertemu Machfud Arifin. 

”Sebenarnya saya ingin mendengarkan visi misi calon wali kota Pak Machfud, namun sulit bagi saya untuk turun,” kata si nenek, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Bersama ribuan warga lain yang menghuni rusun hak milik di kawasan Menanggal, Surabaya Selatan, sang nenek memang harus hidup di hunian vertikal tanpa lift. Bagi warga yang masih muda, naik empat bahkan lima lantai tidak jadi masalah. Meski melelahkan.

Namun, bagi warga yang sudah berusia di atas 60 tahun, itu bisa menjadi masalah besar. Kaki-kaki mereka sudah tidak cukup kuat untuk naik turun setinggi itu. Jadinya, sang nenek lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tinggalnya yang seluas 36 meter persegi. Saking sulitnya untuk turun, beberapa warga berseloroh warga sepuh di rusun ibarat dipenjara.

Machfud Arifin prihatin dengan kondisi itu. Calon wali kota Surabaya nomor urut 2 itu bertekad akan membenahi kondisi rumah susun saat ia terpilih menjadi wali kota nanti.

"Mau tidak mau, hunian vertikal harus memiliki lift agar warga nyaman, toh lift juga tidak mahal saat ini. Bukan hanya yang tua, orang sakit atau meninggal akan kesulitan jika tinggal di lantai atas dan tidak ada lift,” lanjutnya.

Rusun Cipta Menanggal adalah salah satu kompleks rusun terbesar di Surabaya. Terdiri dari 14 RT. Berdiri di atas tanah 14 hektar. Nah, Machfud Arifin sudah memiliki gambaran bagaimana revitalisasi dilakukan.

Tower-tower apartemen bisa dibuat lebih tinggi. Penghuni lama tidak perlu pindah, ada penghuni baru yang membeli unit apartemen. Dengan tower yang lebih tinggi, apartemen bisa diwujudkan. Pun demikian halnya dengan ruang terbuka untuk publik yang lebih luas. 

"Rusun akan kita tinggikan dan dikasih lift, kita bisa menggandeng pihak ketiga, ini bisa dieksekusi,” tegasnya. 

Dalam acara itu, Machfud juga prihatin dengan kondisi PAUD. Taman belajar yang ada di balai RW itu langit-langitnya mau ambrol. Itu tentu saja membahayakan anak-anak yang belajar di sana.

"Saya menganggarkan Rp 150 juta untuk RT, dananya nanti bisa digunakan untuk merenovasi yang seperti ini,” ucapnya.

 

2 dari 3 halaman

Mujiaman Sapa Warga Wiyung

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pergerakan perekonomian masyarakat Kota Surabaya. Sektor ini seringkali menjadi catatan penting bagi Calon Wakil Wali Kota Surabaya, Mujiaman.

Mujiaman mengatakan, UMKM merupakan sector yang sangat penting dalam mewujudkan warga Surabaya unggul. Apalagi saat ini, di masa pandemi, masyarakat Kota Pahlawan sulit sekali mencari pekerjaan.

"Kita harus memperhatikan pelaku-pelaku UMKM di Kota Surabaya. Karena, di masa pandemi ini sangat sulit mencari pekerjaan,” kata Mujiaman di Jajar Tunggal II, Jajar Tunggal, Wiyung, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Oleh sebab itu, Mujiaman mengatakan, untuk memerhatikan pelaku UMKM, akan diberikan bantuan mulai dari Bantuan Pemerintah untuk Usaha Mikro (BPUM), pendampingan sampai pada pemasaran, sehingga produknya bagus dan mempunyai nilai jual yang tinggi.

"Kita pastikan pelaku UMKM di Kota Surabaya berkembang. Maka dari itu, semua harus memiliki produk yang mempunyai nilai jual tinggi," tutur dia.

Mantan Direktur PDAM Surya Sembada ini, memastikan akan menyediakan ruang untuk masyarakat Kota Surabaya. Sebab, jika fasilitas telah disediakan oleh pemerintah, maka anak-anak muda lebih dapat melakukan hal-hal yang baru, dan dapat memunculkan ide-ide inovatif, sehingga mereka memiliki karya yang dapat bernilai ekonomi.

"Ruang untuk mengekspresikan itu sangat mahal untuk saat ini. Maka dari itu, paslon nomor urut dua, Machfud Arifin - Mujiaman memastikan akan memfasilitasi seluruh warga Kota Surabaya agar bisa menciptakan pelaku-pelaku UMKM baru," ujar dia.

Selain itu, Mujiaman memastikan pembanguan akan dimulai dari tingkat bawah dengan mengucurkan bantuan dana Rp 150 juta per RT. Sehingga seluruh masyarakat merasakan apa pembangunan Kota Surabaya. "Kita bangun Surabaya dari tingkat bawah, karena merekalah yang mengerti kebutuhan wilayahnya. Mungkin akan dipakai untuk perkembangan UMKM atau membangun balai RW, yang tahu mereka," pungkasnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini