Sukses

VIDEO: Pria Pencari Kutu Air untuk Pakan Ikan Cupang Banjir Permintaan

Liputan6.com, Jakarta - Rubi Hardianto warga Desa Tenggulunan, Sidoarjo, Jawa Timur menekuni pekerjaan baru sebagai pencari kutu air. Berbekal sebuah jaring, Rubi menyusuri sungai dekat rumahnya, untuk mencari kutu air, kutu air ini dicari untuk menjadi pakan ikan cupang.

Rubi mengaku kewalahan untuk memenuhi permintaan kutu air, yang kini banyak dicari oleh peternak dan penggemar ikan cupang. Kutu air sendiri dijual dengan kisaran harga Rp 5.000 - Rp 50.000.

Beginilah aktivitas sehari-hari, Rubi Hardianto, warga Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur. Sejak 4 bulan yang lalu menekuni pekerjaan barunya, menjadi pencari kutu air, dengan menggunakan alat sederhana, seperti, jaring dan ember. Rubi berjalan menyusuri sungai di sekitar tempat tinggalnya, untuk mendapatkan kutu air.

Kutu air dicari orang sebagai pakan ikan hias, jenis cupang yang saat ini banyak dipelihara. Pekerjaan ini mulai ditekuni, sejak pekerjaannya sebagai mekanik yang sedang sepi, akibat terdampak Covid-19.

Banyaknya penggemar dan peternak ikan hias, membuat permintaan kutu air sebagai pakan ikan hias tersebut meningkat. Kutu air dijual melalui media sosial, per sendok teh takar kutu air dijual Rp 5.000 hingga Rp 50.000 untuk satu gelas ukuran sedang.

"Sebenarnya bukan bisnis, cuma sampingan tapi ya lumayan, sudah 4 bulan, per sendok Rp 5.000, sehari itungannya paling 3 jam jualnya Rp 150 ribuan," tutur Rubi Hardianto, Pencari Kutu Air.

Hingga kini, Rubi mengaku kewalahan memenuhi permintaan kutu air, yang kini banyak dicari oleh penggemar dan peternak ikan hias sebagai pakan. Dalam sehari pendapatan tambahan yang didapat, mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Demikian video pemberitaannya pada Liputan6, 19 Oktober 2020.