Sukses

Pemkot Surabaya Masih Kaji Rencana Penerapan Sekolah Tatap Muka

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot Surabaya) menyatakan hati-hati untuk menerapkan sekolah tatap muka meski pelaksanaan tes usap COVID-19 dilakukan kepada semua guru.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menuturkan, Satgas COVID-19 Surabaya, Dinas Kesehatan dan Pendidikan masih merapatkan dari 18 sekolah yang dapat dijadikan uji coba sekolah tatap muka.

Ia menuturkan, dinas pendidikan akan menyetor nama-nama murid dari 18 sekolah yang dapat diujikan sekolah tatap muka. Jika sekolah tatap muka diberlakukan kemungkinan baru siswa kelas IX SMP.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga melihat kondisi perkembangan COVID-19 di Kota Pahlawan.”Kami melihat dulu perkembangan kondisi COVID-19 seperti apa. Karena kami melihat COVID-19 ini fluktuaktif. Kondisi COVID-19 ini sangat mudah menular sekali,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Senin (9/11/2020).

Ia menuturkan, meski seluruh guru sudah melakukan tes usap COVID-19 bukan berarti sekolah tatap muka digelar. Penerapan sekolah tatap muka, Febriadhitya menegaskan melihat kondisi COVID-19 di Surabaya.

"Semua juga tergantung kedisiplinan kita karena jangan sampai kita lengah, meski beberapa hari ini 100 kelurahan nol kasus COVID-19. Kita harus tetap disiplin,” kata dia.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 3 halaman

Masyarakat Diminta Komitmen Terapkan Protokol Kesehatan

Febriadhitya meminta masyarakat untuk komitmen menerapkan protokol kesehatan mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

"Yang sulit juga hadapi orang tidak percaya dengan COVID-19, atau menganggap COVID-19 tidak ada. Padahal bisa saja orang tanpa gejala dan tidak menerapkan protokol kesehatan," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Pemkot Surabaya Gelar Tes Usap COVID-19 bagi Guru

Sebelumnya, Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 21 ribu lebih guru sudah melakukan tes swab atau tes usap COVID-19. Rincian guru itu antara lain sekitar 14 ribu merupakan guru SD dan guru SMP sekitar 7 ribuan.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menuturkan, tes usap COVID-19 juga untuk petugas sekolah seperti petugas kebersihan, keamanan, dan tata usaha serta petugas lainnya.

"Khusus guru SMP semuanya 7.407 guru yang dites swab, hasilnya yang positif 180 guru dan yang negatif 7.101 guru. Bagi yang positif langsung kami rawat dan saat ini mereka sudah sembuh semuanya. Kemudian sisanya sebanyak 126 guru masih dinyatakan invalid, sehingga mereka akan dites kembali untuk memastikan kesehatannya," ujar Febri, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 6 November 2020.

Langkah selanjutnya, kata Febri, Pemkot Surabaya masih akan memformulasikan sekolah tatap muka. Nantinya, kata dia, Dinas Pendidikan Surabaya akan menyampaikan nama-nama siswa dari 18 sekolah yang akan mengikuti uji coba sekolah tatap muka.

"Jadi, awalnya 21 sekolah yang akan dilakukan uji coba sekolah tatap muka, tapi setelah dilakukan assessment, hanya sekitar 18 sekolah yang bisa dijadikan uji coba sekolah tatap muka itu," tutur dia.

Menurut Febri, kemungkinan besar yang akan mengikuti uji coba sekolah tatap muka itu kelas IX SMP. Nantinya, Dinas Pendidikan akan menyetorkan nama-nama siswa kelas IX yang berasal dari 18 sekolah itu.  

"Setelah itu, Satgas COVID-19 dan Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan akan merapatkan secara teknis uji coba sekolah tatap muka itu. Tentunya, nanti siswa-siswa ini akan dilakukan tes swab terlebih dahulu. Ketika siswa itu dites swab, orang tuanya akan menyesuaikan atau akan dites swab juga," kata dia.  

Oleh karena itu, ia kembali memastikan uji coba sekolah tatap muka itu akan dilakukan terlebih dahulu bagi siswa kelas IX SMP. Sedangkan bagi tingkat SD, masih akan dirapatkan lebih lanjut.  

"Jadi, ayo kita terus jaga protokol kesehatan kapan pun dan di mana pun berada supaya pandemi ini bisa segera hilang dari Kota Surabaya," tutur dia.