Sukses

Ulang Tahun 20 November, Ini Aksi Risma yang Curi Perhatian Sepanjang 2020

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merayakan ulang tahun pada 20 November 2020. Pada 2020, perempuan akrab disapa Risma ini memasuki usia ke-59.

Anak ketiga dari pasangan M.Chuzaini dan Siti Mudjiatun ini lahir di Kediri, Jawa Timur pada 20 November 1961. Ia tumbuh bersama empat saudara lainnya dan 70 anak panti asuhan yang dikelola Ayah Risma.

Risma telah memasuki periode kedua menjabat sebagai wali kota Surabaya. Ia sudah sekitar 10 tahun memimpin Kota Pahlawan.

Saat berbincang santai dengan paguyuban warga perumahan di Kecamatan Sambikerep, Surabaya pada Sabtu, 24 Oktober 2020, Risma menceritakan berbagai masalah yang dihadapi ketika menjabat mulai dari persoalan banjir hingga masalah sosial.

Pada tahun pertama memimpin, Risma berjanji akan membuat Surabaya dikenal dunia melalui sederet perubahan kemajuan.

"Saya harus bisa membawa kota ini ada di peta dunia. Artinya warga dunia bisa mengerti dan tahu bahwa ada kota yang namanya Surabaya. Alhamdulilah terwujud,” kata dia.

Ia juga menceritakan duka dan berbagai kesulitan yang dihadapi selama 10 tahun yang sangat beragam. Salah satu yang paling berkesan yaitu upaya dia menutup lokalisasi Dolly.

Bagi dia, penutupan lokalisasi itu merupakan langkah yang berat dan berisiko. Namun begitu, seiring dengan keberanian dan dukungan dari berbagai pihak, ia berhasil melewati prahara tersebut.

"Berikutnya, saat peristiwa bom dua tahun lalu. Itu adalah hal yang sangat menyedihkan dan berat untuk kami. Saya bersyukur bisa melewati semua itu," lanjut dia.

Perayaan Ultah pada 20 November 2020

Perayaan ulang tahun Risma pada 20 November 2020 ini juga spesial. Hal ini mengingat di tengah situasi pandemi COVID-19.

Mengutip instagram @Surabaya, Risma menggelar perayaan ulang tahun bersama keluarga. Dalam akun instagram tersebut mengunggah video perayaan ulang tahun Risma.

Tampak Risma memotong tumpeng dan diberikan kepada suami. Sedangkan tiup lilin dan potong kue dilakukan bersama dengan cucu Risma. Potongan kue diberikan kepada sang cucu. Pada momen tersebut juga, Risma mengucapkan terima kasih kepada suami dan jajarannya.

“Terima kasih untuk suami saya. Terima kasih juga untuk teman-teman, selama 10 tahun bekerja sama mewujudkan Surabaya lebih baik,” ujar Risma.

Risma juga meminta maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama memimpin.

"Saya mohon maaf jika ada hal kurang berkenan dari saya. Tujuan utama saya adalah warga. Karena saya takut pertanggung jawaban di akhirat jika saya meninggal kelak,” kata dia.

Dalam rangka hari ulang tahun Risma, Liputan6.com merangkum kegiatan Risma sepanjang 2020 dalam potret dikutip dari berbagai sumber, Jumat, (20/11/2020):

2 dari 13 halaman

Tangis dan Simpuh Wali Kota Risma Saat Astra Bantu Ratusan Anak Surabaya

Suara Wali Kota Risma terbata-bata di tengah-tengah membaca sambutan. Air mata pun mulai membasahi pipinya. Sesekali, ia menghapus air matanya itu.

Kesedihannya kian terasa ketika dia berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada pihak Astra yang telah membantu menerima anak-anak Surabaya dalam program magang.

“Kalau boleh saya diberikan kesempatan, saya akan sujud di depan bapak atau ibu sekalian, karena saya terimakasih sekali. Kaki saya tidak kuat,” kata Wali Kota Risma yang kemudian sujud syukur di sela-sela membacakan sambutan, Kamis, 2 Januari 2020.

3 dari 13 halaman

Risma Nikmati Perjalanan dengan Motor Listrik Baru

Motor listrik ini digunakan Risma untuk memantau kota, pergerakan roda dua dinilai lebih fleksibel

4 dari 13 halaman

Risma Terima Gelar Bangsawan dari Keraton Surakarta

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan gelar bangsawan dari Keraton Surakarta, Jawa Tengah pada Rabu, 4 Maret 2020.

Rima pun mendapat gelar berupa, Kanjeng Mas Ayu yang berarti Risma mendapat anugerah pangkat bangsawan atau dianggap famili raja.

Gelar yang ia terima ini pun diberikan langsung oleh Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi, Maha Patih K.G.P.A.A. Tedjowulan kepada Wali Kota Surabaya, Risma di Keraton Surakarta.

5 dari 13 halaman

Risma Imbau Warga Pakai Bahasa Madura untuk Cegah Corona COVID-19

Demi memperluas jangkauan dan agar lebih efektif, Wali Kota Surabaya Tri Rismahirini menyampaikan seruan pencegahan virus corona COVID-19 menggunakan bahasa Madura.

Dalam video yang diunggah @banggasurabaya, akun Instagram resmi Pemerintah Kota Surabaya pada Kamis, 16 April itu telah ditonton sebanyak 23.300 kali.

Wali Kota Risma menyampaikan beberapa hal, di antaranya harus selalu menjaga kebersihan badan dan lingkungan, soal jaga jarak, anjuran memakai masker, cara memasak hingga imbauan kepada para tokoh agama setempat.

Dalam video itu, ada beberapa kosakata bahasa Madura yang berkaitan dengan pencegahan pandemi virus corona COVID-19. Dengan menggunakan logat Jawa yang kental, Wali Kota Risma menyampaikan dalam bahasa Madura:

1. Ajagi kebersehan badan dibi dibi ban lengkungan: Menjaga kebersihan badan masing-masing dan lingkungan

2. Ajegi jarak, paling sakonek due meter: Menjaga jarak, minimal dua meter

3. Ampun tak oleh setengah masak: Tidak boleh masak setengah matang

4. Nglakoni ebadah e compok sawon: Menjalankan ibadah di rumah saja

5. Mak semak pekeran ka Allah SWT: Berdoa kepada Allah SWT

6 dari 13 halaman

Risma Pantau Warga yang Kena COVID-19 dengan Cara Telepon Langsung

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) menyatakan kepedulian kepada warga Surabaya yang terpapar Corona COVID-19 dengan menelpon langsung warga tersebut.

Bukan tanpa alasan Risma menghubungi warga tersebut secara langsung. Lewat sambungan telepon tersebut, Risma menanyakan mengenai kondisi warga dan mengenai tes Corona COVID-19 yang dijalankan.

"Pertama komunikasi dengan mereka, saya cek apakah sudah swab kembali, karena kalau dia pernah positif, swab dua kali, negatif, 14 hari negatif, baru dinyatakan sehat, saya cek mengingatkan swab. Kalau belum tolong swab, siapa saja keluarganya,” ujar Risma, saat acara program special Silaturahome, Selasa, 26 Mei 2020.

7 dari 13 halaman

Wali Kota Risma Sujud Sambil Menangis di Balai Kota Surabaya, Ada Apa?

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) kembali melakukan aksi spontan menangis sambil bersujud di Balai Kota Surabaya, Senin, 29 Juni 2020.

Aksi yang menyita perhatian banyak orang tersebut terjadi pada saat acara audiensi dengan para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dan Jawa Timur. 

Dalam audiensi tersebut Risma mendengarkan berbagai keluhan dari para dokter dan para pimpinan rumah sakit rujukan di Surabaya, terkait penanganan kesehatan COVID-19. 

Risma tiba-tiba menuju kursi yang diduduki oleh para dokter dan kemudian memegang salah satu kaki dokter sambil bersujud dan menyampaikan kata maaf. 

8 dari 13 halaman

Risma Sosialisasi Protokol Kesehatan Setiap Akhir Pekan

Mengutip instagram @Surabaya, Risma memantau penggunaan masker di beberapa wilayah di Surabaya. Ia bersama jajarannya aktif untuk sosialisasi protokol kesehatan. Risma berbekal toa dan memakai sepeda motor untuk sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat.

9 dari 13 halaman

Risma Jelajah Daerah Surabaya Utara

Risma menjelajah Surabaya Utara untuk patrol menggunakan masker dan bagi-bagi masker. Ia bersama jajarannya berkeliling ke sejumlah wilayah.

Dari Balaikota Surabaya Bu Risma menuju daerah Undaan - Pengampon - Nyamplungan - Sawah Pulo - Jati Purwo - Endrosono - Wonosari Tegal.

Mengutip instagram @surabaya, Risma mengingatkan warga untuk menggunakan masker dan melakukan protokol kesehatan menggunakan Bahasa Madura Selain berkeliling dari satu kampung ke kampung yang lain, Bu Risma juga membagikan masker kepada warga.

10 dari 13 halaman

Risma Baca Puisi di Parade Seni budaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) membuka Parade Seni Budaya Surabaya yang digelar di area Tugu Pahlawan Surabaya dan disiarkan secara virtual atau live Instagram dan streaming YouTube, Sabtu malam, 19 September 2020. 

Tayangan langsung perdana kali ini mengusung tema yang bertajuk “Surabaya Merah Putih”. Pementasan ini menghadirkan kembali peristiwa perobekan Bendera Merah Putih Biru di Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit) pada 19 September 1945.  Risma juga membacakan sebuah puisi berjudul Memori Surabaya Merah Putih.

11 dari 13 halaman

Risma Marah kepada Demonstran Gara-Gara Rusak Fasilitas Publik di Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) nampak marah-marah kepada demonstran tolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja, yang berasal dari Lamongan dan telah diamankan oleh polisi. 

Risma menghampiri demonstran tersebut di kawasan Jalan Gubernur Suryo. Tepatnya di depan Hotel Grand Inna Simpang, setelah ratusan massa berhasil dipukul mundur oleh polisi. 

Risma menanyakan kepada satu demonstran yang tertangkap. "Asalmu dari mana," kata Risma, Kamis (8/10/2020) sekitar pukul 19.15 WIB. 

Lalu demonstran tersebut menjawab, dia berasal dari Lamongan. Mendengar jawaban tersebut, Wali Kota Risma secara spontan langsung marah. 

"Aku belain wargaku setengah mati kenapa kamu ke sini. Kamu tega sekali. Aku bangun kota ini setengah mati tahu," kata Risma geram. 

12 dari 13 halaman

Risma Rutin Cek Sejumlah Wilayah di Saluran Sungai untuk Antisipasi Musim Hujan

Wali Kota Risma mengantisipasi genangan saat musim hujan. Sejak Oktober 2020, Risma rutin mengecek saluran air dan kerja bakti di berbagai titik di Surabaya.

Saluran-saluran air ini dicek berkala agar dapat mengalir dengan lancar dan tidak meluber hingga ke jalan ketika terjadi hujan lebat.

Pada 2 November 2020, Risma cek saluran sungai kawasan Klampis, Ngasem, Menur, Surabaya, Jawa Timur.

13 dari 13 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini