Sukses

Ragam Kuliner Lontong di Surabaya yang Bakal Manjakan Lidah

Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tak tahu dengan makanan tradisional berupa lontong? Olahan dari beras berbentuk lonjong ini kerap kali dihidangkan sebagai pengganti nasi. 

Lontong merupakan makanan tradisional khas Indonesia yang berkembang di masyarakat Jawa, terbuat dari beras yang dibungkus dalam daun pisang kemudian dikukus di atas air mendidih selama beberapa jam. Karenanya warna lontong terlihat sedikit kehijauan dan punya aroma daun pisang yang khas sekali.

Surabaya, Jawa Timur juga terkenal dengan makanan tradisionalnya yang terbuat dari lontong. Olahan Lontong di Surabaya juga beragam. Berikut jenis kuliner lontong yang ada di Kota Pahlawan, seperti dikutip dari berbagai sumber, Sabtu, (21/11/2020):

Lontong Balap

Lontong balap merupakan salah satu makanan tradisional khas Surabaya dengan bahan dasar lontong dan diberi tahu goreng, tauge, lentho, kecap, sambal dan juga bawang goreng.

Salah satu keunikan lontong balap khas Surabaya terletak pada lentho dan juga sambal yang disiram diatasnya. Bagi yang sedang mampir di Surabaya, jangan lupa untuk mencoba makanan satu ini. 

2 dari 5 halaman

Lontong Kikil

Buat para pecinta kikil pasti akan suka dengan hidangan kuliner yang satu ini. Yaitu lontong kikil, merupakan satu dari banyaknya menu makanan yang menjadi favorit warga Surabaya yang berasal dari olahan kikil. 

Makanan ini terdiri dari lontong, irisan kikil kaki sapi lembut dengan kuah yang sedikit kental serta gurih pedas dan sambal kemiri. Biasanya juga ditaburi dengan irisan daun kucai yang jumlahnya melimpah. 

Bahkan terkadang juga ada yang menyajikan tulang sapi. Kuah dari lontong kikil agak kental karena kaki sapi banyak mengandung kolagen dimana kolagen ini akan mencair ketika dipanaskan dan akan menjadi seperti gel jika dibiarkan dingin.

Lontong Kupang

Lontong kupang banyak ditemukan di kawasan Surabaya, Jawa Timur. Terbuat dari kupang putih yang berukuran sangat kecil dengan rasa seperti kerang. Karena kupang ialah kerang yang memiliki ukuran kecil, seperti biji beras dan banyak hidup di pesisir laut selatan di Jawa Timur.

Sesuai namanya, makanan ini disajikan dengan lontong, petis, kremesan lentho, dan sate kerang kemudian disiram dengan bumbu petis. Lentho merupakan gorengan berbahan dasar singkong.

Biasanya sembari menyantap lontong kupang didampingi dengan minuman berupa air kelapa muda. Alasannya adalah kupang bisa memunculkan alergi sehingga air kelapa diklaim dapat berfungsi sebagai penawar jika terjadi alergi.

3 dari 5 halaman

Lontong Mie

Makanan khas Surabaya yang lain adalah lontong mie. Makanan ini sangat cocok disantap di segala waktu, mulai untuk sarapan, makan siang bahkan makan malam. 

Isian dari kuliner yang satu ini terdiri dari mie kuning, tauge, tahu goreng, udang kecil goreng, kuah petis, dan yang paling utama adalah lontong. Selain lontong dan mienya, petis juga merupakan bumbu utama yang merupakan ciri khas kuliner ini.

Lontong Sayur

Lontong sayur menjadi salah satu menu olahan beras yang paling populer di berbagai daerah. Biasanya lontong sayur dikonsumsi oleh kebanyakan masyarakat ketika sarapan.

Di Surabaya, lontong sayur juga merupakan kuliner favorit. Penampilannya sebenarnya sangat sederhana, yaitu berupa potongan lontong yang disajikan dengan sayur santan dan sayur lodeh, telur rebus dan terkadang ditambah opor daging atau tambahan lauk lain.

 

4 dari 5 halaman

Tahu Tek Lontong

Selain tahu goreng, di sajian ini terdapat telur, kentang, tauge, dan tentunya lontong. Tahu tek ini sangat khas karena disajikan dengan saus petis. Karena porsinya yang lumayan banyak dan dapat mengenyangkan, tahu tek cocok dijadikan sebagai menu utama makan siang atau makan malam.

Alasan dinamakan tahu tek, karena gunting yang digunakan para pedagang untuk menggunting bahan-bahan makanannya mengeluarkan bunyi “tek” sehingga orang-orang menyebutnya dengan nama tahu tek.

Lontong Pecel

Lontong pecel sendiri adalah sajian sederhana yang terdiri dari lontong, sayur mayur yang telah direbus dahulu seperti tauge, kol, kemangi, kacang panjang dan kangkung kemudian disiram dengan bumbu kacang.

 

 (Ihsan Risniawan-FIS UNY)

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini