Sukses

Sambut Piala Dunia U-20, Pemkot Surabaya Kebut Pembangunan di Luar Stadion GBT

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya tengah mengebut pembangunan dan renovasi di luar Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) antara lain pengerjaan akses jalan, lahan parkir, dan tiga lapangan latihan.

Tiga lapangan latihan diupayakan selesai pada akhir 2020. Sedangkan untuk akses jalan baru yang dikerjakan oleh Dinas PU Bina Marga akan rampung sekitar Maret-April 2020. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) juga akan membuat penerangan jalan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

"Mudah-mudahan malah tidak menggunakan genset. Tapi nanti kita lihat sambungan tambahan dayanya itu. Karena ini cukup besar bukan hanya stadion tapi juga komplek, jalan-jalan baru, tiga lapangan latihan butuh penerangan," ujar dia saat renovasi Stadion GBT, seperti dikutip dari laman Surabaya.go,id, ditulis Jumat, (27/11/2020).

Saat meninjau Stadion GBT, Risma juga memberi arahan kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) untuk lebih mempercantik ruangan-ruangan yang sudah kelar tersebut. Misalkan saat memasuki ruang toilet, di situ Risma meminta pemberian nomor di setiap pintu-pintu toilet.

"Saya minta ada nomornya di setiap pintu. Lalu kalau habis membersihkan jangan lupa dikunci ruangannya,” ujar Risma.

Ia menuturkan, untuk perkembangan renovasi di dalam stadion yang disesuaikan dengan standar Federation of International Football Association (FIFA) itu, dinilainya sudah rampung. Bahkan Wali Kota Surabaya Risma membeberkan mulai dari lift, rumput dan single seat semua sudah terpasang.

"Pemasangan lampu juga sudah kelar, tinggal instalasi ke PLN," kata dia.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Imbauan Risma

Dengan Stadion GBT yang sudah siap menyambut Piala Dunia U-20, Risma berpesan kepada masyarakat, saat pelaksanaan Piala Dunia tiba, yang paling penting warga harus menjadi tuan rumah yang baik dan ramah.

Dia menuturkan, tuan rumah yang ramah akan menjadi daya pikat tersendiri bagi orang asing atau wisatawan untuk  datang kembali ke Kota Pahlawan.

"Jadi, orang betah itu tidak mesti terkesan dengan sesuatu yang mewah. Tapi bisa juga terkesan karena keramah-tamahannya. Dan di Surabaya itu yang sangat terkenal," pungkasnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini