Sukses

VIDEO: Bersepeda Downhill di Kaki Gunung Ijen Menantang Adrenalin

Liputan6.com, Jakarta - Anda pecinta olahraga ekstrem? Di Gantasan Bike Park yang ada di kaki Gunung Ijen, para penghobi sepeda downhill saling beradu kecepatan, mengayuh sepeda sambil memacu adrenalin di sirkuit penuh rintangan. Seperti apa keseruannya?

Sirkuit balap sepeda penuh rintangan ini berada di Gantasan Bike Park, di kaki Gunung Ijen, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Dibangun untuk mewadahi para pehobi sepeda downhill, yang saat ini digemari masyarakat. Seiring dengan meningkatnya hobi bersepeda di Indonesia, olahraga downhill boleh dibilang kini tengah menjamur.

Di sirkuit sepanjang 4 kilometer lebih ini, para pembalap disuguhi dengan varian rintangan. Mulai dari tanjakan, trek menurun, tikungan tajam, hingga trek penuh lumpur.

Dengan kecepatan rata-rata 60 hingga 70 kilometer per jam, ajang latihan bersama ini juga diikuti oleh tim balap sepeda lokal dan luar kota, seperti dari Jember, Situbondo, hingga Malang.

Mereka sengaja datang ke tempat ini, selain untuk menjajal sirkuit baru, juga sebagai ajang silaturahmi antar pembalap. Tak hanya bermanfaat untuk kesehatan tubuh, olahraga ini juga dapat meningkatkan imunitas tubuh karena diyakini bisa mengurangi stres.

“Banyuwangi selama ini belum punya tempat downhill, Banyuwangi baru muncul ini, jadi untuk ke depannya barangkali kita bisa mencetak generasi muda yang tangguh, treknya ini banyak mainannya, ada big drop, ada jumping-jumpingan, ada gep, macem-macem lah, disesuaikan,” ujar Munif, Pengelola Gantasan Bike Park, seperti dikutip dari Liputan6, 24 November 2020.

Selain untuk menjaring bibit atlet baru, latihan bersama di Gantasan Bike Park ini rutin digelar setiap akhir pekan, juga sebagai persiapan kejuaran tingkat nasional bahkan internasional.

"Di sini mungkin gepnya jauh-jauh, tinggi, jadi mungkin harus kontrol sama sepedanya juga, kalau nggak kontrol ya kadang agak susah, kemarin ada yang habis jatuh juga di sini, jadi harus kontrol sepeda yang penting, pertama memang agak maju mundur downhill, cuman dicoba kok asyik, ternyata lanjut aja,” ungkap Ahmad Naufal Ifani, Pembalap Downhill Pemula.