Sukses

Begini Hasil Survei Cyrus Network Terkait Pilkada Surabaya 2020

Liputan6.com, Surabaya - Cyrus network merilis hasil survei terkait pemilihan kepala daerah (pilkada) Surabaya 2020. Dari survei Cyrus, elektabilitas pasangan calon nomor urut satu wali kota dan wakil wali kota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji unggul 55,3 persen.

Chief of Consultant Cyrus Network, Hafizhul Mizan mengungkapkan jika tidak ada tsunami politik dan kejadian luar biasa lain, pasangan calon wali kota Surabaya, nomor urut satu, Eri Cahyadi dan Armuji diprediksi memenangkan kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 9 Desember 2020. 

"Dari hasil survei Cyrus Network yang dilangsungkan pada 23 sampai 27 November 2020 lalu. Pasangan Eri Cahyadi dan Armudji masih perkasa dengan elektabilitas 55,3 persen, unggul 21,5 persen dari pasangan Machfud Arifin dan Mujiaman yang memiliki elektabilitas 33,8 persen. Sementara jumlah pemilih mengambang masih berkisar di angka 10,9 persen," ujar dia di Surabaya, Senin (30/11/2020). 

Ia prediksi, pasangan Machfud Arifin-Mujiaman akan sangat sulit mengejar jika melihat dari survei yang selesai dilaksanakan jelang pilkada. Pasangan calon nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armuji terlihat dominan hampir di semua segmen demografis. 

"Mulai dari gender, usia, agama, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, sampai ke Daerah Pemilihan DPRD. Paslon Machfud-Mujiaman hanya unggul dalam segmen pemilih bersuku Madura. Sebanyak 50 persen pemilih Madura lebih memilih paslon nomor urut dua tersebut dibandingkan dengan paslon satu yang hanya didukung 37 persen populasi pemilih Madura," ujar dia. 

Dia mengatakan, daerah pemilihan (dapil) tiga diprediksi menjadi tempat perebutan yang sengit, karena pasangan Eri Cahyadi-Armudji hanya unggul tipis di wilayah tersebut (44,6 persen vs 40 persen). 

"Dalam survei dengan metodologi Multistage Random Sampling yang melibatkan 400 orang responden ini juga terlihat bahwa popularitas (keterkenalan) kedua pasangan calon masih jauh dari angka ideal (lebih dari 90 persen)," ucapnya. 

Dia mengatakan, popularitas paslon pilkada Surabaya Eri Cahyadi dan Armudji hanya di angka 68,5 persen atau baru sekitar 7 dari 10 orang pemilih yang mengenal paslon nomor urut satu tersebut.

"Sedangkan popularitas Machfud Arifin - Mujiaman berada di angka 57,5 persen, artinya baru sekitar 6 dari 10 orang yang mengenal paslon nomor urut dua ini," ujarnya. 

Dia menuturkan, kurangnya popularitas ini masih harus menjadi pekerjaan rumah bagi masing-masing paslon.

"Mengingat hampir 91,3 persen warga sudah mengetahui bahwa Pilkada akan dilaksanakan pada 9 Desember nanti, dan 94,3 persen di antaranya mengaku akan ikut berpartisipasi meskipun dilangsungkan di tengah pandemi," tutur dia.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Hasil Survei

Dia memaparkan, survei tatap muka dengan Margin of Error (MoE) =/- 5 persen ini juga membaca alasan pemilih memilih pasangan calon.

Kedua calon dipilih karena sama-sama diharapkan akan membawa perubahan (21,5 persen), namun Eri Cahyadi-Armudji lebih unggul karena dianggap lebih berpengalaman.

"Sebanyak sembilan persen pemilih memilih paslon satu tersebut dengan alasan berpengalaman dalam pemerintahan, sementara hanya 2,7 persen pemilih yang menganggap pasangan Machfud-Mujiaman sebagai sosok berpengalaman," katanya. 

Dia menegaskan, faktor partai pengusung tampak juga berperan penting. Sekitar 7 persen dari pemlih Eri Cahyadi-Armudji mengaku memilih Eri karena berasal dari partai politik sama dengan yang mereka dukung. 

Berikut adalah info lengkap elektabilitas: 

Eri Cahyadi-Armudji 55,3 Persen

Machfud Arifin-Mujiaman 33,8 Persen 

Belum Memutuskan 8,4 Persen

Tidak Menjawab 2 Persen

Tidak Memilih 0,5 Persen

Informasi survei: 

Metodologi Multistage Random Sampling

Responden 400 orang 

Margin of Error =/- 5 Persen

Survei Tatap Muka 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini