Sukses

Penjelasan Keluarga Terkait Kondisi Jiwa Sang Anak yang Tertabrak Truk di Madiun

Liputan6.com, Jakarta - Pihak keluarga menepis soal pria yang duduk bersila di Jalan Raya Surabaya-Madiun KM 153-154 sehingga kemudian ditabrak truk tangki memiliki gangguan jiwa.

Sang ayah Mulyadi (44) menuturkan, anaknya bernama Rizal Nur Efendi yang menjadi korban dalam kecelakaan itu tidak pernah memiliki riwayat gangguan jiwa. Selain itu, anaknya juga tidak memiliki riwayat depresi.

"Anak saya sehat jiwa dan raganya. Tidak pernah mengalami gangguan jiwa. Anak saya juga masih sekolah di STM [SMK] jurusan Teknik Kendaraan Ringan," kata dia kepada wartawan di Mapolres Madiun, Senin (30/11/2020), seperti dikutip dari Solopos.

Mulyadi mengatakan, selama ini anaknya tidak pernah memiliki masalah dengan keluarga. Namun, ia mengaku tidak mengetahui kalau ada permasalahan lain yang dialami anaknya.

"Kalau permasalahan dengan keluarga tidak ada. Tapi kalau permasalahan dengan orang lain, saya tidak tahu. Anaknya juga tidak pernah bercerita dengan keluarga. Selama ini, anak saya baik-baik saja," ujar  warga Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini.

 

Simak berita menarik lainnya dari Solopos di sini

2 dari 3 halaman

Kronologi

Anak semata wayangnya itu meninggalkan rumah pada 14 November 2020 lalu. Saat meninggalkan rumah, anaknya tidak berpamitan dengan keluarga.

Mulyadi mengaku tidak tahu menahu soal kepergian anaknya itu. Namun, yang jelas anaknya pergi dengan mengendarai sepeda motor.

Setelah diketahui meninggalkan rumah, dia mengaku setiap hari mencari anaknya di rumah teman-temannya. Tetapi pencariannya itu tidak mendapatkan hasil. Teman-temannya juga tidak mengetahui keberadaan Rizal.

Pertanyaan terkait keberadaan anaknya pun baru terjawab pada Rabu, 25 November 2020 dari foto yang beredar di media sosial. Ternyata anak satu-satunya itu sudah tidak bernyawa setelah ditabrak truk tangki Pertamina di jalanan Madiun.

"Saya dan istri langsung syok mendengar kabar ini. Ternyata anak saya sudah meninggal. Sampai saat ini, istri saya masih sedih memikirkannya," ujar dia.

Pria yang bekerja sebagai buruh serabutan ini tidak menyangka anaknya itu pergi sampai ke Madiun. Dia menuturkan sepekan sebelum menghilang anaknya memang rajin beribadah di musala. Akan tetapi, menurut dia hal itu merupakan sesuatu yang wajar.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini