Sukses

BPBD Jatim Kirim Sembako hingga Masker untuk Warga Terdampak Gunung Semeru Meletus

Liputan6.com, Surabaya - Plt Kepala Pelaksana (Kalaska) BPBD Jawa Timur (Jatim), Yanuar Rachmadi, mengungkapkan pihaknya mengirimkan 10 personel TRC dengan membawa light tower satu unit, tenda pengungsi dua unit, tenda pantau satu unit, dan tenda keluarga satu unit untuk warga terdampak Gunung Semeru meletus. 

"Kami juga membawa Chainsaw dua unit, fieldbed 10 unit, beras satu ton, mi instan 500 boks bungkus, minyak goreng 200 liter, tambah gizi 120 paket, lauk-pauk 120 paket, handsanitizer 20 liter, disinfektan 20 liter, genset satu unit, masker 5.000 buah, mobil rescue satu unit dan mobil serbaguna dua unit," ujar dia, Selasa (1/12/2020). 

Kemudian Dinsos, ucap Yanuar, memberi dukungan peralatan dan bantuan logistik, yaitu tenda pengungsi dua unit, familly kid 50 paket, kid ware 50 paket, food ware 50 paket, serta perlengkapan dapur keluarga 50 paket bagi warga terdampak Gunung Semeru meletus.

"Paket sandang 50 paket, kasur 30 buah, mobil DU satu unit, logistik DU 2000 bungkus, teda DU dua unit, Tagana Lumajang 31 orang, Tagana Jatim 10 orang dan masker petugas 500 buah," ujar dia. 

Yanuar menjelaskan, guguran lava pijar dari ujung lidah lava sejauh sekitar 1.000 meter ke arah Desa Besuk Koboan teramati pukul 23.35, Senin, 30 November 2020. Awan panas guguran jarak luncur 2.000 meter terlihat ke arah Desa Besuk Koboan, pukul 01.23 WIB, Selasa (1/12/2020). "Terekam di Sismograf amak 20 mm lahar, gempa sedang berlangsung," ujarnya. 

Kemudian teramati awan panas guguran jarak luncur 3.000 meter ke arah Desa Besuk Koboan terekam di Seismograf amak 20 mm lahar. Gempa sedang berlangsung karena batas aman hingga 4.000 meter pukul 02.00 WIB. Masyarakat diimbau untuk waspada. Dimungkinkan wilayah timur Gunung Semeru akan terjadi hujan abu waktu itu. 

"Pukul 03.00 WIB Bertempat di Pos KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung api Semeru alamat Gunung Sawur, Candipuro, Lumajang sudah terjadi hujan bercampur abu, awan panas letusan masih berlangsung dan potensi lahar panas cukup kuat," katanya. 

Saat bersamaan ternyata, lanjut Yanuar, alat deteksi di daerah Sawur terkena petir. "Masyarakat disarankan waspada dan keluar rumah terutama yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) I dan dimungkinkan evakuasi mandiri," Yanuar melanjutkan. 

 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Bagikan Masker

Sekitar pukul 03.30 WIB, lima anggota TRC PB Lumajang berangkat menuju ke KRB I. Rupanya, awan panas letusan masih berlangsung dan masyarakat di KRB Kamar A, Curah Koboan dan Rowobaung, pukul 03.45 WIB.

Masyarakat di wilayah Pronojiwo sudah mulai keluar rumah menuju jalan utama maupun pos pengungsian. "Untuk evakuasi mandiri menghindari potensi awan panas," ujar dia. 

Lebih lanjut, pukul 07.00 WIB berdasarkan Satelit Cuaca Himawari, debu vulkanik mengarah ke barat daya sebagian tertutup awan. Pukul 09.00 WIB BPBD Lumajang dan Dinkes Lumajang membagikan masker kepada masyarakat di wilayah terdampak sebanyak 4.000 lembar. 

"Titik evakuasi sementara (TES) berada di Lapangan Desa Kamarkajeng Kecamatan Candipuro. Kebutuhan mendesak adalah makanan siap saji," ujar Yanuar. 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini