Sukses

VIDEO: Antisipasi BPBD Lumajang Terkait Gunung Semeru yang Berstatus Waspada

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, tidak hanya mengeluarkan lava pijarnya, pada Senin dini hari, Pos Pantau Gunung Sawur merekam satu kali luncuran awan panas ke arah Curah Kobokan. Sementara status gunung api masih bertahan di waspada level 2.

Kondisi Gunung Semeru yang terpantau dari sisi selatan tenggara, tepatnya di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, terlihat mengeluarkan lava pijar. Jarak luncur lava pijar ini, diperkirakan mencapai 1.000 meter dari ujung lidah lava.

Kondisi itu terpantau Senin dini hari, pukul 00.10. Tak hanya lava pijar, guguran awan panas juga terlihat dengan jarak luncur hingga 1.000 meter ke arah tenggara.

Petugas BPBD Lumajang menyiapkan langkah antisipatif, menyesuaikan kondisi Gunung Semeru dari pos pantau di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

"Untuk hujan abu, sudah kita konfirmasi belum, tidak tampak, kita juga ingin menggali dari masyarakat, sudah kita turunkan anggota, juga tidak ada debu vulkaniknya, tapi BPBD mengantisipasi dan kita siapkan masker, apabila terjadi hujan abu, BPBD sudah menyiapkan ada 2.000 masker,” ujar Wawan Hadi Siswoyo, Kabid Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang.

Data Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Pos Gunung Sawur, 29 November 2020, Gunung Semeru mengeluarkan satu kali letusan, sekali guguran awan panas, dan 13 kali guguran lava pijar. Demikian diberitakan pada Liputan6, 1 Desember 2020.

BPBD mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di radius 4 kilometer di sektor lereng selatan-tenggara Gunung Semeru. Lokasi ini merupakan bukaan kawah aktif sebagai alur luncuran awan panas dan lava pijar.