Sukses

VIDEO: Lima Orang Perawat di Jawa Timur Meninggal dalam Sepekan

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak lima orang perawat di Jawa Timur, meninggal dunia diduga akibat COVID-19, dalam sepekan. DPW PPNI Jawa Timur, menduga faktor kejenuhan dan kelelahan membuat perawat mudah terpapar Corona.

Dalam sepekan ini, ada lima perawat di Jawa Timur meninggal dunia, diduga akibat COVID-19. Para perawat yang meninggal, dua perawat dari Tulungagung, satu Situbondo, satu Bangkalan, dan satu lagi perawat dari Probolinggo, yang meninggal pada 27 November 2020. Selama pandemi COVID-19 di Jawa Timur, 38 orang perawat meninggal dunia.

Menurut Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur, Nursalam. Hingga 30 November 2020, total ada 38 perawat di Jawa Timur yang gugur akibat terpapar COVID-19.Sementara, total perawat yang positif selama pandemi ini mencapai 1.635 orang.

"Pembelajaran bagi kita, supaya nanti kita lebih hati-hati lagi, lebih waspada, meskipun kita sendiri mengalami penurunan dari jumlah, tapi saya melihat dalam seminggu ini, sudah ada temen-temen yang meninggal sebanyak lima orang, dan ini menjadi hal yang penting, kira-kira sebabnya apa ? mungkin salah satunya adalah mengalami suatu kejenuhan, kekhawatiran dan kecemasan, dan bisa juga dari banyak faktor, mungkin karena kejenuhan, bisa juga karena kelelahan, penurunan imunitas, bisa juga karena faktor terpapar virus," ungkap Nursalam, Ketua DPW PPNI Jawa Timur, seperti dikutip dari Liputan6, 1 Desember 2020.

PPNI Jawa Timur, menilai faktor penyebab perawat terpapar COVID-19. Selain diduga kontak langsung dengan pasien COVID-19, juga akibat faktor kelelahan hingga mudah terpapar COVID-19.

PPNI menghimbau kepada masyarakat, tetap menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, untuk mencegah tertular COVID-19.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.