Sukses

Melihat Wali Kota Risma Bangun Infrastruktur di Surabaya

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) menjabat selama dua periode untuk memimpin Kota Pahlawan. Sejumlah pembangunan infrastruktur direalisasikan saat Risma memimpin.

Risma terpilih menjadi Wali Kota Surabaya pada periode pertama 2010-2015. Kemudian ia kembali terpilih memimpin Surabaya pada 2016 untuk periode kedua.

Berbagai fasilitas publik dibangun, direnovasi dan dirawat demi kepentingan dan kenyamanan arek-arek Suroboyo, mulai dari akses jalan untuk memperlancar arus lalu lintas, saluran-saluran dibersihkan secara rutin untuk mengantisipasi banjir dan genangan air di kala musim hujan dan berbagai jenis Ruang Terbuka Hijau (RTH) semakin bertambah tiap tahun.

Dilansir dari unggahan video singkat di kanal Youtube Bangga Surabaya, dicantumkan berbagai macam infrastruktur yang diwujudkan oleh Risma.

Dalam video berdurasi satu menit tersebut menyebutkan sampai saat ini sudah terdapat 78.990.74 km pedestrian baru, 293.87 km pembangunan saluran air baru, 576 taman kota diantaranya 189 taman aktif dan 387 taman pasif, 579 lapangan olahraga gratis dan 6 lokasi eks-lokalisasi telah beralih fungsi. 

Bahkan, selain perhatian pada pembangunan infrastruktur, Risma juga peduli pada bidang kesejahteraan warganya khususnya pada lansia dengan memberikan sejumlah 35.414 makanan gratis setiap hari bagi lansia.

Selain itu pada segi ekonomi, telah ada 11.884 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) baru selama satu dasawarsa ia menjabat. 

Bahkan, selama pandemi ini program kerja pembangunan dan perbaikan infrastruktur oleh Risma tetap berlanjut, di antaranya pembangunan Jembatan Joyoboyo, akses masuk menuju Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) melalui akses jalan lingkar luar barat (JLLB).

Pembangunan infrastruktur termasuk proses renovasi Stadion GBT untuk menunjang kebutuhan penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia U-20 pada 2021.

Berikut infrastruktur yang berhasil dibangun oleh Risma selama sepuluh tahun menjabat sebagai Wali Kota Surabaya:

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 5 halaman

Jalan

Merupakan salah satu proyek pembangunan infrastruktur yang sukses di era Walikota Risma. Mere adalah singkatan dari Middle East Ring Road (MERR).

Pada 15 Februari 2020, Walikota Risma meresmikan Jalan Merr IIC sisi Gunung Anyar. Peresmian ini sekaligus menjadi tanda bahwa Jalan MERR telah rampung pembangunannya.

Jalan MERR atau dikenal dengan Jalan Ir. Soekarno merupakan salah satu rangkaian jalan arteri primer di Kota Pahlawan, dan menjadi pintu gerbang Kota Surabaya di sisi timur. 

Selain itu, juga ada proyek lain diantaranya pembangunan Frontage Road sisi barat dan timur, Jalan Baru Sememi, Jalan Luar Lingkar Barat dan Timur, hingga underpass Jalan Mayjen Sungkono.

3 dari 5 halaman

Saluran Air

Untuk mengantisipasi banjir, Risma pun membangun saluran air dan juga termasuk pembangunan box culvert di hampir seluruh wilayah Surabaya.

Sampai saat ini saluran baru ini sudah mencapai 293,87 kilometer dan m terus disambungkan hingga ke hilirnya yaitu di laut.

Bahkan ia juga terus memperbanyak bozem atau waduk, jumlahnya hingga saat ini sudah ada 75 bozem, dengan luas 1.446.925 meter persegi dan volume 6.008.139 meter kubik.

4 dari 5 halaman

Jembatan

Pada 2010, jumlah jembatan di Kota Surabaya hanya 6 jembatan, setelah itu setiap tahunnya ada pembangunan dan hingga saat ini sudah ada 134 jembatan.

5 dari 5 halaman

Taman

Setidaknya, saat ini sudah ada 576 taman kota yang tersebar di berbagai titik di Surabaya. Sedangkan luas taman hingga tahun 2020 ini mencapai 1.651,24 hektar. 

Sementara luas ruang terbuka hijau (RTH) di Surabaya sudah mencapai 7.356,24 hektar atau 21,99 persen dari luas Surabaya.

 

(Ihsan Risniawan-FIS UNY)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.