Sukses

Ditunjuk Jadi Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Langsung Pantau Misa Natal

Liputan6.com, Surabaya - Whisnu Sakti Buana mengecek dan memantau malam Misa Natal di Gereja Katolik Redemtor Mundi Dukuh Kupang, usai ditunjuk oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi Wali Kota Surabaya menggantikan Tri Rismaharini, Kamis (24/14/2020) petang.

Whisnu mengatakan, walaupun pandemi COVID-19, umat Kristiani di Surabaya tetap bisa merayakan malam Natal dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat serta membatasi jumlah jemaat yang hadir.

"Malam hari ini kita tetap bisa merayakan seluruh peringatan atau ibadah kita di Bumi Surabaya, tentunya Indonesia supaya bisa dengan tenang dan damai," ujar Whisnu.

Dengan semangat Natal 2020, Whisnu berharap dan berdoa bersama-sama agar pandemi COVID-19 ini segera diangkat dari Indonesia.

Whisnu juga mengaku  bahagia ikut mengiringi perayaan malam Natal 2020 kepada semua agar bisa menjaga persatuan.

"Kita bersama-sama membangun Kota Surabaya yang kita cintai ke depan menjadi lebih baik untuk kita semua," ucap Whisnu. 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Rayakan Natal dengan Aksi Sosial

Sebelumnya, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Setempat (PGIS) Surabaya mengajak jemaat untuk melakukan aksi sosial kepada sesama terutama terdampak COVID-19.

Ketua Umum PGIS Surabaya, Pendeta Indro Sujarwo menuturkan, perayaan Natal pada 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya seiring pandemi COVID-19. Di tengah pandemi COVID-19, Indro mengajak jemaat untuk merayakan Natal secara sederhana. Selain itu, ia mendorng jemaat untuk melakukan aksi sosial kepada masyarakat yang terdampak COVID-19.

“Sebelumnya ada pesta meriah. Tahun ini berefleksi bersama menjadi berkat bagi sesama. Mari kita rayakan dengan sederhana bersama keluarga kecil,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (24/12/2020).

Ia juga menambahkan, perayaan Natal ditiadakan dan dilakukan secara daring. Hal ini mengingat kasus COVID-19 masih belum mereda.

“Ada beberapa tatap muka seperti di Wiyung ada ibadah jam 7 tetapi dibatasi jemaatnya 50 orang, biasanya bisa 1.000 orang,” kata dia.

Indro mengimbau ibadah malam Natal dan Natal dapat dilakukan secara online seiring pandemi COVID-19 yang masih terjadi.