Sukses

VIDEO : Karang Taruna di Jember Budi Daya Koi, Bantu Korban PHK di Masa Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta Tidak sekedar organisasi yang mewadahi berbagai kegiatan di lingkup perkampungan, sebuah karang taruna di Jember, Jawa Timur, dimanfaatkan anggotanya untuk berbagai kegiatan usaha. Salah satunya, budi daya ikan koi, yang mampu membantu perekonomian warga setempat, dari dampak pandemi Covid-19.

Budi daya ikan hias ini dikembangkan karang taruna di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember. Namun bukan ikan hias biasa, karang taruna ini memilih budi daya ikan koi yang harganya cenderung stabil.

Dengan perawatan rutin, berbagi jenis ikan koi seperti asagi, showa hingga kohaku, tumbuh sehat dengan warna-warni cerah dan indah. Apalagi ikan yang dipercaya membawa hoki itu, juga tergolong mudah dikembangbiakkan.

Dengan proses pemijahan yang tepat, dalam 24 jam, pasangan koi bisa menghasilkan hingga 40 ribu ekor burayak, atau benih koi, dengan prosentase keberhasilan menjadi anakan mencapai 50 persen. Berikut diberitakan pada Fokus, (4/1/2021).

“Prosesnya dari awal kita masukkan betina dulu, bisa dari pagi kita masukkan dulu atau langsung dari sore, kemudian disusul dengan pejantannya, kita biarkan sampai besok pagi, jadi biasanya, pagi itu sudah keluar telurnya, media yang diperlukan, aerator, kemudian untuk telur biar menempel itu kita bisa menggunakan kakapan dari tali rafia, dari waring, atau dari tumbuhan, sekiranya telur bisa nempel,” jelas Mohammad Fahmi, Anggota Karang Taruna.

Ikan koi sendiri kini sedang menjadi tren di kalangan para penghobi ikan hias, sehingga harganya tetap stabil, bahkan cenderung mahal. Untuk koi anakan dengan ukuran 20 centimeter, dibanderol mulai Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu per ekor. Sedangkan untuk koi kontes bisa mencapai puluhan juta rupiah per ekor.

Menariknya, usaha budi daya koi oleh karang taruna ini, juga difokuskan untuk memenuhi ekonomi warga setempat, yang terdampak pandemi Covid-19.

“Pandemi ini memang, betul-betul membuat ekonomi kita terpuruk semuanya, jadi bahkan dari itu akhirnya kita mencoba untuk temen-temen yang dulunya bekerja, lalu mulai ada pengurangan karyawan, kita ajak untuk usaha ini, jadi paling nggak ada beberapa trik-trik dari karang taruna sehingga mencoba untuk usaha itu, salah satunya koi,” ungkap Iwan Kristiyanto, Ketua Karang Taruna

Melalui usaha ini diharapkan, warga sekitar yang dirumahkan atau di-PHK dari pekerjaannya, bisa kembali memiliki kesibukan yang bernilai ekonomis. Banyaknya penggemar ikan koi, otomatis menjadi pangsa pasar yang bagus, bagi mereka yang menekuni budi daya ikan hias tersebut.