Sukses

Sensus 2020: Milenial dan Gen Z Dominasi Proporsi Penduduk di Jatim

Sensus Penduduk (SP) Jatim yang berlangsung pada Februari hingga Maret dan diperpanjang Mei 2020 telah selesai.

Liputan6.com, Surabaya - Sensus Penduduk di  Jatim yang berlangsung pada Februari hingga Maret dan diperpanjang Mei 2020 telah selesai. Beragam data muncul. Antara lain, jumlah penduduk, lanjut pertumbuhan penduduk, jenis kelamin, hingga penyebaran penduduk.

Dari sisi komposisi usia jumlah penduduk di Jatim, proporsi penduduk usia 15 sampai 64 tahun paling tinggi. Yakni 71,65 persen, meningkat dibanding pada hasil survei 2010 yang hanya 68,34 persen.

Peningkatan juga terjadi pada proporsi penduduk usia 65 tahun ke atas. Sensus penduduk 2020, proporsi penduduk usia tersebut 8,20 persen. Meningkat dibanding 10 tahun lalu yang hanya 7,07 persen.

Proporsi jumlah penduduk berdasarkan usia turun pada kategori usia 0 sampai 14 tahun. Proporsi hasil sensus kali ini 20,15 persen. Pada 2020, proporsi jumlah penduduk pada usia tersebut berada di angka 24,59 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa struktur penduduk di Jawa Timur didominasi millenial dan Generasi Z. Millenial merupakan penduduk yang lahir kurun waktu 1981 hingga 1996. Usia sekarang diperkirakan 24 sampai 39 tahun. Persentasenya mencapai 24,32 persen.

Generasi Z adalah penduduk lahir tahun 1997 hingga 2012. Usia sekarang diperkirakan 8 sampai 23 tahun. Persentasenya 24,80 persen. Data tersebut menunjukkan gambaran penduduk di Jawa Timur.

 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Jadi Acuan Kebijakan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan data tersebut bisa menjadi acuan pemerintah provinsi dalam mengambil kebijakan. Saat ini, jumlah penduduk di Jawa Timur mencapai 40,67 juta jiwa. Luas wilayah provinsi Jawa Timur 47,8 ribu kilometer per segi.

"Dengan begitu, tingkat kepadatan penduduk provinsi Jawa Timur mencapai 851 jiwa per kilometer per segi," katanya, Jumat (22/1/2021).

Pada 2010, jumlah penduduk di Jawa Timur 37,48 juta jiwa. Bila dibandingnkan dengan jumlah penduduk terkini, maka lajur pertumbuhan penduduk di Jawa Timur mencapai 0,79 persen.

Khofifah juga mengatakan hasil sensus penduduk menunjukkan persentase penduduk yang domisilinya sesuai dan tidak sesuai dengan kartu keluarga. Rinciannya, 93,13 persen atau setara 37,87 juta penduduk berdomisili sesuai kartu keluarga. Sisanya, 6,87 persen atau setara dengan 2,79 juta penduduk domisilnya tidak sesuai kartu keluarga.

Saat ini, daerah dengan jumlah penduduk tertinggi masih Surabaya. Yakni 2,87 juta jiwa. Daerah berikutnya adalah Kabupaten Malang, Jember, Sidoarjo, dan Banyuwangi. Khofifah menambahkan daerah dengan jumlah penduduk paling rendah adalah Kota Mojokerto.

"Yakni 132,43 ribu orang dalam satu kota," ungkapnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.