Sukses

Rumah Masa Kecil Bung Karno di Blitar Jadi Saksi Bangkitnya Desa Wisata Indonesia

Liputan6.com, Surabaya - Rumah masa kecil Presiden Soekarno (Istana Gebang)  di kelurahan Bendo Gerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, menjadi saksi bangkitnya Desa wisata Indonesia melawan pandemi Covid-19.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya Penandatanganan kerjasama antara Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) dengan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI).

"Potensi desa wisata sangat besar sehingga kami sepakat untuk melakukan kerjasama dalam hal peningkatan peran terhadap pengabdian masyarakat dalam hal pengembangan desa wisata di wilayah Indonesia," tutur Ketua Umum ASPPI, Rabu (17/2/2021).

Dari tahun ke tahun, lanjut Safor, jumlah desa wisata di Indonesia tumbuh sangat pesat. Hingga akhir 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 1.734 desa wisata dari total 83.931 desa di Indonesia.

Safor menuturkan, nantinya ASPPI maupun ASIDEWI akan saling mendukung dalam pelaksanaan program pengembangan, pendampingan, dan pembangunan desa wisata.

"Tentunya kami juga akan bahu membahu mempromosikan produk desa wisata ke seluruh masyarakat luas," imbuhnya.

Peningkatan skill Sumber Daya Manusia (SDM) desa wisata, lanjut Safor, juga turut dilakukan untuk menjadi pelaku desa wisata yang profesional.

Maraknya kemunculan desa wisata pada satu dasawarsa terakhir menjadi potensi besar dalam pengembangan pariwisata Indonesia. Karakteristiknya yang mampu menjaga kuat kearifan lokal, lingkungan, dan memberdayakan ekonomi warga membuat desa wisata makin layak diperhitungkan.

2 dari 2 halaman

Kemajuan Desa Wisata

Ketua Umum ASIDEWI, Andi Yuwono menyambut baik kerjasama ini sebagai upaya mendorong kemajuan desa wisata. Andi juga mengingatkan pentingnya peran desa wisata dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia.

"Desa wisata merupakan pengejawantahan dari konsep Pariwisata Inti Rakyat yang mengandung arti bahwa masyarakat desa memperoleh manfaat sebesar-besarnya dalam pengembangan pariwisata," tukasnya.

Andi mengatakan, masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan pariwisata dalam bentuk pemberian jasa dan pelayanan yang hasilnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di luar aktivitas mereka sehari-hari. Dan hal ini dapat dicapai melalui keterlibatan masyarakat desa dalam setiap aspek pariwisata yang ada di desa tersebut.