Sukses

Rawan Tanah Bergerak, Warung di Payung Kota Batu Tutup Sementara

Liputan6.com, Kota Batu - Sebanyak 14 pengelola warung di sepanjang Jalan Brigjend M Manan atau kawasan Payung I, Kota Batu, harus menutup tempat usaha sementara. Berhenti berjualan sementara sebab lokasi tempat mereka berusaha rawan terjadi bencana tanah bergerak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu telah mensosialisasikan rencana pengosongan warung tersebut. Proses evakuasi mulai dilakukan pada 18-19 Februari 2021 ini. Demi menghindari dampak tanah bergerak yang sewaktu-waktu dapat terjadi longsor.

“Berhenti berdagang sementara, kami belum bisa memerkirakan sampai kapan mereka berhenti berdagang,” kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim di Kota Batu, Kamis, 18 Februari

Sosialisasi pengosongan warung melibatkan beberapa pihak mulai instansi pemerintah sampai perwakilan pedagang. Disampaikan adanya potensi bencana tanah bergerak susulan dan resiko tinggi bila tetap beraktivitas seperti biasa.

Setelah didata dari 14 pedagang, ada 2 pedagang yang sehari-hari tinggal di warung bersama anggota keluarganya dengan total ada 7 jiwa. Untuk sementara waktu, mereka tinggal di posko BPBD Kota Batu. Pemerintah daerah menyediakan sarana pengangkutan barang.

“Ada bantuan sembako selama mereka berhenti berjualan. Pemerintah daerah juga menyiapkan solusi lokasi berdagang sementara,” tutur Rochim.

Kawasan Payung, Kota Batu merupakan akses penghubung antara Malang – Kediri. Kawasan lereng perbukitan ini berkali – kali terjadi longsor. Beberapa hari lalu, jalan ini terdapat retakan dan ambles dengan dimensi bervariasi, dengan lebar 3-15 sentimeter dan panjang sampai 46 meter.

Salah satu dampaknya, struktur bangunan warung – warung di sepanjang jalan itu turut mengalami keretakan. Kawasan Payung, Kota Batu sendiri kerap dikunjungi pelancong untuk sekedar makan dan minum sambil menikmati udara dingin.

2 dari 3 halaman

Perbaikan Jalan

Retakan di kawasan Payung telah diaspal, sehingga tetap dapat dilewati kendaraan. Namun diterapkan pembatasan agar tak memicu resiko tinggi, misalnya kendaraan dengan tonase lebih dari 14 ton tak boleh lewat. Serta ada rekayasa lalu lintas agar tak ada penumpunan kendaraan.

“Jalan tetap bisa dilewati. Ada rekayasa lalu lintas oleh petugas dari kepolisian dan Dinas Perhubungan,” kata Choirur Rochim.

Ada skema perbaikan struktur jalan dalam jangka panjang untuk memperbaiki jalan maupun tanah ambles. Pengerjaan melibatkan Pemprov Jawa Timur selaku otoritas berwenang soal jalan penghubung antar kota tersebut.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dihub Kota Batu, Ahmad Supriyanto beberapa saat lalu mengatakan, bila arus lalu lintas padat maka bakal diberlakukan sistem buka tutup agar tak ada penumpukan kendaraan. Namun dibuka seperti biasa bila volume kendaraan rendah.

“Prinsipnya tetap mengedepankan kehati-hatian, tak boleh ada kendaraan berat melintas di jalan ini,” kata Supriyanto.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: