Sukses

915 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 Kedua Didistribusikan ke 38 Daerah di Jatim

Liputan6.com, Surabaya - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mendistribusikan sebanyak 915 ribu dosis vaksin COVID-19 tahap kedua ke 38 kabupaten/kota. 

"Saya pastikan bahwa proses pendistribusikan vaksin COVID-19 tahap kedua ke 38 kabupaten/kota telah dimulai sehingga daerah yang belum menyelesaikan vaksinasi tahap pertama harap menyelesaikan sesegera mungkin," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dikutip dari Antara, Senin (22/2/2021) .

Khofifah mengungkapkan, Jatim mendapatkan 10 persen dosis vaksin Sinovac pada termin pertama pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

"Kita mengikuti arahan dari Kemenkes, masing-masing daerah hanya bisa 10 persen. Jadi, vaksinasi tahap pertama harus diselesaikan dulu baru bisa melakukan vaksinasi tahap kedua untuk pemberi pelayanan publik," ujar mantan Menteri Sosial tersebut.

Kepala Dinkes Jatim Herlin Ferliana mengatakan, hari ini ada empat mobil boks berisi vaksin COVID yang diberangkatkan. Satu mobil diberangkatkan untuk daerah Surabaya, Bangkalan, Sampang, dan Sumenep.

"Mobil kedua untuk Mojokerto kabupaten dan kota, Kediri kabupaten dan kota sampai ke Trenggalek. Lalu, ada dua mobil yang bergerak ke daerah lain," kata Herlin.

Untuk wilayah terjauh di Jatim seperti Banyuwangi dan Pacitan akan didistribusikan pada Selasa (23/2) pagi.

"Sehingga diharapkan pendistribusian vaksin COVID-19 ke 38 kabupaten/kota besok tuntas," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Untuk Pelayan Publik

Sebanyak 915 ribu vaksin COVID-19 tersebut, lanjut Herlin, untuk dosis pertama dan kedua bagi pemberi layanan publik. Setiap orang mendapat dua dosis dan harus mendapat vaksin dengan merek yang sama.

"Jaraknya antara penyuntikan dosis pertama dan kedua bagi orang biasa adalah 14 hari. Sementara bagi orang lanjut usia (lansia) adalah 28 hari," katanya.

Herlin mengungkapkan ada 4,6 juta sasaran vaksin COVID-19 di Jatim. Sebanyak 460 ribu atau 10 persen sasaran vaksin COVID-19 harus terseselesaikan pada termin pertama.

"Jadi tidak usah khawatir, insya-Allah pemberi pelayanan publik dan SDM kesehatan bisa ter-cover semua sampai bulan Mei," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: