Sukses

VIDEO: Temuan Situs Kuno di Desa Sapikerep Peninggalan Kerajaan Singosari

Liputan6.com, Jakarta Ditemukan situs bersejarah di kebun aset, Desa Sapikerep, Probolinggo. Situs kuno itu pertama kali ditemukan oleh petani yang ingin menggali tanah di kebun stroberi. Bangunan bersejarah tersebut, diperkirakan berupa kolam dan pemakaman yang dibuat ratusan tahun lalu, semasa kerajaan Singosari.

Petani juga menemukan, tumpukan batu paras berukuran 30x60 centimeter dan wadah abu jenazah. Kemudian, barang situs kuno tersebut telah dikirim ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto guna dilakukan penelitian lebih lanjut. Berikut pemberitaannya pada Liputan6, (25/2/2021).

Situs bersejarah ditemukan di kebun aset Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Probolinggo. Situs kuno ini pertama kali ditemukan oleh petani yang menggali tanah di kebun stoberi. Bangunan bersejarah ini diperkirakan berupa kolam dan pemakaman yang dibuat ratusan tahun lalu. Para petani menemukan tumpukan batu paras berukuran 30x60 centimeter yang tersusun rapi seperti struktur sebuah bangunan.

Di dalamnya terdapat wadah, diduga berisi abu jenazah. Diduga situs ini berkaitan dengan temuan sebelumnya di sekitar kebun Desa Sapikerep, yakni prasasti yang merupakan peninggalan Kerajaan Singosari dan Majapahit.

“Menjelaskan bahwa di Sapikerep ini memang terdapat sebuah kadipaten, yang namanya Kadipaten Tengger dan ini adalah sebuah titik temu dari anak-anak BUMDes telah menemukan sebuah bukti, bahwa dimungkinkan bukti ini adalah tempat pemandian, atau tempat pembakaran mayat untuk zaman kerajaan dulu,” kata Siswo Winardi, Warga Desa Sapikerep.

“Ini perkiraan saya masih belum positif, kemarin saya ancang-ancang sama ahli sejarah itu saya mengatakan ya, kalau perkiraan saya adalah makamnya orang dulu, kuburan lah, ini menurut prediksi saya, karena bentuknya kotak dan kotaknya kok agak panjang,” terang Suwandi, Kepala Desa Sapikerep.

Sejumlah benda temuan, termasuk wadah abu jenazah dan contoh bebatuan telah dikirim ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto. Penelitian lanjutan akan dilakukan dalam waktu dekat, guna memastikan struktur bangunan.