Sukses

VIDEO: Masih Ada Warga Miskin di Kampung Miliarder Desa Sumurgeneng Tuban

Liputan6.com, Jakarta Munculnya ratusan miliarder desa, yang beramai-ramai memborong ratusan mobil menggunakan dana dari ganti rugi lahan untuk proyek Kilang Tuban atau New Grass Root Refinery (NGRR), sempat viral di sejumlah media, baik lokal hingga nasional. Namun, ternyata tidak semua warga desa miliarder tersebut mendapatkan uang ganti rugi dari proyek kilang minyak.

Masih ada beberapa warga miskin yang hidupnya dari menggantungkan uluran tangan orang lain. Salah satu warga tersebut adalah Srilah (80), warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Perempuan lanjut usia yang hidup sebatang kara ini hanya bisa mendengar riuhnya para tetangganya yang menerima uang miliaran rupiah dan melihat banyaknya lalu lalang kendaraan yang baru dibeli para tetangganya. Berikut seperti diberitakan pada Liputan6, (27/2/2021).

Sejak viralnya aksi warga borong mobil mewah di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban menjadi perhatian masyarakat luas. Mereka memperbincangkan kehidupan para petani yang tiba-tiba kaya mendadak, setelah menerima uang ganti rugi dari pembebasan lahan kilang minyak dari Pertamina.

Namun, di balik glamor kampung miliarder, ternyata masih banyak warga hidup serba kekurangan. Salah satunya, Srilah (80), wanita lanjut usia ini hidup sebatang di rumah berdinding papan, dan berlantai semen. Sementara dua anaknya yang hidup pas-pasan telah berumah tangga.

Srilah tidak menjadi miliarder seperti para tetangganya. Sebab Srilah tidak memiliki lahan sama sekali yang bisa dijual. Bahkan untuk hidup sehari-hari, Srilah bergantung pada bantuan sosial pemerintah dan kiriman makanan sang anak.

Berdasarkan data, warga miskin di Desa Sumurgeneng sebanyak 326 orang. Mereka rata-rata bekerja sebagai buruh tani dan serabutan. Namun, 27 orang di antaranya telah berubah status dan telah menjadi miliarder baru.