Sukses

Alasan Lansia di Surabaya Mau Divaksinasi Covid-19

Liputan6.com, Surabaya - Salah satu peserta vaksin Lanjut Usia (Lansia) di Surabaya, Liem Giok Tien (70) mengaku dirinya merasa lebih aman setelah mendapat vaksinasi.

"Saya lihat TV Pak Jokowi sampai berani vaksin. Dia contohkan ke rakyatnya. kok kita gak berani. Jadi saya berani karena Pak Jokowi beri contoh. Setelah divaksin saya merasa lebih nyaman dan aman karena dari awal saya memang niatkan berani vaksin," ujar Liem, Minggu (28/2/2021).

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk petugas pelayanan publik dan masyarakat lansia tuntas pada bulan Juni 2021.

"Ada 38 juta yang ditargetkan menerima vaksin COVID-19 atau sebanyak 76 juta suntikan. Kami menargetkan akan tuntas pada akhir Juni 2021," kata Menkes saat memantau pelaksanaan vaksinasi lansia di Surabaya.

Menkes mengungkapkan dari 38 juta yang harus divaksin pada tahap kedua, sebanyak 21 juta penerima adalah lansia, dan 16 juta lainnya adalah pelayan publik.

"Targetnya akhir Juni, tapi masalahnya bukan targetnya kapan, tapi vaksinya yang terbatas, untuk itu harus dilakukan secara bertahap. Dalam pekan ini, baru 150 ribuan yang sudah divaksin," ujarnya.

Vaksinasi kepada lansia, lanjut Budi, diprioritaskan karena mereka adalah orang-orang yang berisiko tinggi. Sebab jika terkena fatality rate-nya besar.

2 dari 3 halaman

Apresiasi

Pada kesempatan itu, Budi mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Samator Grup yang melaksanakan vaksinasi COVID-19 untuk para lansia yang ada di Surabaya.

"Kita terima kasih kepada Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Pak Arif dari Samator, sudah menyumbangkan modal sosial mereka, mengumpulkan senior-senior mereka di Surabaya untuk bisa divaksiniasi," katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: