Sukses

VIDEO: MUI Jawa Timur Tegaskan Vaksin Astrazeneca Halal

Liputan6.com, Jakarta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, menegaskan penggunaan vaksin Astrazeneca halal dan suci, digunakan dalam proses vaksinasi Covid-19. Keputusan tersebut berdasarkan hasil musyawarah ahli fiqih dan pakar di Jawa Timur. Berikut seperti dilansir pada Liputan6, (23/3/2021).

Dalam konferensi pers di Kantor MUI Jawa Timur, Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur, KH Ma’ruf Chozin mengatakan penggunaan vaksin Astrazeneca untuk vaksinasi warga di masa pandemi Covid-19, hukumnya adalah halal dan suci.

Keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah Ahli Fiqih Islam dan pakar, berkenaan dengan keamanan dan kehalalan vaksin produk Astrazeneca. Yang paling mendasar adalah penggunaan sesuatu yang haram dalam vaksin Astrazeneca diolah sehingga berubah bentuk dan fungsi, maka hukumnya menjadi halal dan suci.

Terlebih lagi digunakan di masa darurat pandemi Covid-19 seperti saat ini. Untuk lebih meyakinkan kembali terutama kalangan umat Islam, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Jawa Timur, KH Hasan Mutawakkil ‘Alallah telah disuntik vaksin Astrazeneca, bersama ulama lain di Pendopo Pemkab Sidoarjo, disaksikan langsung Presiden Joko Widodo.

“Jadi ketika hari ini kita menerima vaksin zeneca, dan kontak saya ditelepon Ketua MUI Kiai Mutawakkil ‘Alallah, Beliau tadi pagi sudah divaksin menggunakan Astrazeneca disaksikan oleh para pejabat pemerintah kita termasuk Menteri Kesehatan, artinya Beliau berada dalam kondisi pendapat yang menyatakan halal, dari penggunaan alat ataupun hewan yang dianggap najis, tetapi ketika sudah dirubah menjadi produk vaksin sudah halal, sebab persentuhannya, hanya dalam prosesnya, begitu menjadi bahan vaksin, maka dinyatakan halal,” terang KH Ma’ruf Chozin, Ketua Fatwa MUI Jawa Timur.  

MUI Jawa Timur juga mengungkapkan bahwa umat Islam boleh disuntik vaksin, meski saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan mendatang. Program vaksinasi ini sebagai upaya ikhtiar menyelamatkan manusia pada kondisi pandemi Covid-19. Apalagi pandemi ini terbukti mengakibatkan banyak korban jiwa.