Sukses

Dinkes Jatim: Tetap 5 M Saat Libur Lebaran

Liputan6.com, Surabaya - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur (Jatim) Herlin Ferliana mengimbau masyarakat mentaati larangan mudik karena kasus COVID-19 seringkali naik pascalibur adanya libur panjang.

"Perlunya penerapan 5M atau protokol kesehatan agar tetap dijalankan selama liburan. Sebab meskipun belum libur panjang mulai banyak pelanggaran protokol kesehatan, seperti kerumunan yang terlihat di pusat-pusat pembelanjaan," kata Herlin di Surabaya, Kamis (6/5/2021), seperti dikutip dari Antara.

Dia mencontohkan, di 10 hari terakhir Ramadhan juga terlihat banyak kelonggaran protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker saat ibadah, ada sahur bersama dan buka bersama.

Penerapan 5M, dikatakan Herlin, sangat penting meskipun sudah banyak dilakukan vaksin. Karena belum diketahui seberapa efektivitas vaksin yang diberikan terhadap mutasi virus COVID-19 baru yang mulai ditemukan di Indonesia.

"Karena vaksin Sinovac dan Astrazeneca ini menggunakan strain virus dari Tiongkok, sementara mutasi ini ada dari India, Inggris, Amerika. Jadi untuk mengantisipasinya tetap butuh penerapan 5M," ujarnya.

 

2 dari 2 halaman

Kasus Mojokerto

Terkait varian virus baru yang ditemukan pada OTG di Mojokerto, Herlin mengungkapkan warga tersebut tidak berpotensi menularkan virus.

Namun virus tersebut secara umum memiliki sifat penularan yang cepat dan tingkat kefatlannya tinggi.

"Varian B117 sebenarnya banyak ditemukan di berbagai negara, dan kebetulan yang kami temukan di Mojokerto ini yang tanpa gejala dan sehat," ujarnya.

Selain itu, karena penerapan isolasi mandiri yang dilakukan warga Mojokerto tersebut usai pulang dari luar negeri. Maka hasil tracing dan pemeriksaan semua orang yang berkontak erat negatif.