Sukses

VIDEO :Satu Keluarga di Ngawi Rela Tidak Berlebaran Demi Menjaga Perlintasan Kereta Api

Liputan6.com, Jakarta Saat semua orang bersuka cita merayakan Idul Fitri bersama orang-orang tersayang, satu keluarga di Ngawi malah rela tak berlebaran demi bergantian menjaga perlintasan kereta api. Berikut seperti dilansir pada Liputan6, (14/5/2021).

Beginilah keseharian Katini, warga Desa Keras, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, usai mengikuti salat ied. Wanita berusia 40 tahun ini berjalan kaki menuju perlintasan rel kereta api yang tidak berpalang pintu, tidak terlalu jauh dari rumahnya.

Di pintu perlintasan ini, Katini bertugas memberi tanda, bahkan menghentikan kendaraan ketika ada kereta api yang akan melintas. Menjelang siang, aktivitas Katini digantikan oleh Sartono, suaminya.

Mengais rezeki di saat lebaran biasanya membawa berkah. Namun tahun ini tidak banyak hasil yang didapat, sebab ada larangan mudik, sehingga imbalan seikhlasnya yang didapat dari pengendara hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Untuk menjaga keamanan, ya gantian sama ayah,” tegas Katini, Penjaga Perlintasan Tak Berpalang.

Sementara Muhammad Kholifahudin anak Katini mengungkapkan,"Bangga, soalnya kan selain membantu orang juga kemanusiaan lah, banyak menyelamatkan nyawa orang, dulu itu banyak soalnya kecelakaan di sini, tapi ya Alhamdulillah semenjak ada yang jaga ya ndak ada kejadian lagi."

“Sini kan dobel trek, jadi bahaya sekali kalau tidak dijaga, pak Sartono sekeluarga jaga di situ, otomatis membantu kita,” kata Tatang Didyo Handoyo, Pengguna Jalan.

Menjaga perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu, sudah dilakoni keluarga ini sejak puluhan tahun lalu. Mereka mengaku selama ini belum pernah mendapat perhatian dari PT KAI.