Sukses

VIDEO: Kasus COVID-19 Melonjak di Bangkalan, PTM Ditiadakan Sementara

Liputan6.com, Jakarta Setelah sempat diadakan pada minggu lalu, kini pembelajaran tatap muka kembali ditiadakan karena semakin melonjaknya kasus Covid-19 di Bangkalan, Madura. Sementara itu sekolah tatap muka juga ditunda di SDN 2 Pakis, Banyuwangi, dikarenakan banjir yang menggenangi sekolah mereka. Berikut seperti diberitakan pada Liputan6, (10/6/2021).

Seluruh sekolah di Bangkalan, Jawa Timur, ditutup, pasca semakin melonjaknya kasus Covid-19 di kabupaten ujung barat Pulau Madura itu. Tidak ada aktivitas apapun di semua tingkatan sekolahan. Menindaklanjuti surat Satgas Covid-19, agar seluruh pembelajaran tatap muka ditiadakan kembali, setelah sempat dibuka pekan lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi 14 hari ke depan, untuk memastikan apakah PTM akan dilanjutkan, sembari menunggu evaluasi Satgas Covid-19 Bangkalan.

“Dalam kurun waktu 14 hari, Tim Satgas Covid-19 melakukan evaluasi, apakah PTM diperpanjang atau tidak, tapi terus terang minggu ini adalah minggu terakhir kalender pendidikan, tanggal 19 ini sudah rapot, jadi walaupun nanti PTM bisa dilaksanakan, mungkin di semester 1, 12 Juli,” kata Bambang Budi Mustika, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan.

Sementara di Banyuwangi, akibat banjir yang menggenangi sekolah Rabu pagi, ujian tatap muka di SD Negeri 2 Pakis, Lingkungan Pakis Rowo, Kecamatan Kota Banyuwangi ditunda. Sejumlah siswa diminta kembali pulang, karena sekolah tak bisa digunakan.

Selain luapan air, banjir membawa material lumpur dan sampah. Banjir akibat luapan Sungai Bagong di Kecamatan Kota Banyuwangi, terjadi setelah hujan deras sejak Selasa malam, hingga Rabu dini hari.

“Kelasnya otomatis kan banyak yang terendam terutama lumpurnya, kalau sudah surut, tapi Alkhamdulillah tadi ndak sampai ke kelas-kelas,” terang Sri Astuti, Guru SDN 2 Pakis, Banyuwangi.

Hingga Rabu siang, sekolah masih berupaya menyingkirkan sampah serta lumpur, dan membersihkan lingkungan sekolah. Sekolah berharap, sungai tidak meluap lagi sehingga ujian tatap muka bisa dilaksanakan Kamis (10/6).