Sukses

VIDEO: 2.000 Warga Bangkalan Antusias Ikuti Vaksinasi COVID-19

Liputan6.com, Jakarta Terlihat antusias warga Kabupaten Bangkalan melakukan vaksinasi Covid-19, sebanyak 2.000  warga mengantre sejak pagi hari. Tak hanya divaksin, bagi warga yang telah melakukan vaksinasi mendapatkan beras 5 kilogram dari pemerintah daerah, sebagai bentuk apresiasi atas kesadaran warga untuk mendapatkan vaksin. Berikut seperti diberitakan pada Fokus, (13/6/2021).

Antusias warga Kabupaten Bangkalan untuk mendapatkan vaksin cukup tinggi, seperti yang terlihat di Kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Sabtu siang. Sebanyak 2.000 warga sejak pagi antre untuk mendapatkan vaksin. Sebagai apresiasi atas kesadaran warga untuk mendapatkan vaksin, Pemerintah Daerah memberikan 5 kilogram beras bagi warga yang telah divaksin.

“Dari data kemudian kita divaksin, setelah itu kita mendapat bantuan beras beserta air mineral,” kata Rahayu, Warga.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mencatat 392 kasus Covid-19, sebanyak 82 di antaranya merupakan kasus baru. Para pasien sebagian menjalani isolasi mandiri dan sebagian besar dirawat di sejumlah rumah sakit, sedangkan tujuh orang di antaranya meninggal dunia.

“Ini masih terjadi penambahan-penambahan, karena di masyarakat ini masih ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya 3T terus kita galakkan, terutama 2T pertama, yaitu tracing dan testing,” terang Sudiyo, Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan.

Meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berdampak pada ketersediaan kasur di Rumah Sakit Lapangan Bangkalan. Lebih dari 50 persen atau 269 kasur telah diisi oleh pasien Covid-19, dari 400 kasur yang tersedia.

“Kita sudah mengambil langkah-langkah yang bersifat medis, langkah-langkah lapangan untuk pembatasan, langkah-langkah untuk pendekatan, kepada tokoh-tokoh masyarakat para kiai, para tokoh di Bangkalan dan Madura umumnya,” jelas Letjen TNI Ganip Warsito, Kepala BNPB

Sementara itu, 23 tenaga kesehatan di Puskesmas Arosbaya, Bangkalan, Madura, terpapar Covid-19. Kecamatan Arosbaya mencatat lonjakan Covid-19 tertinggi di antara kecamatan lainnya di Bangkalan.

Layanan rawat inap ditiadakan sementara, untuk dijadikan tempat isolasi bagi para tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.