Sukses

Viral Video Nenek Binah Terlantar dan Tak Dapat Bantuan, Dinsos Tulungagung: Dia Sudah Wafat 2019

Liputan6.com, Tulungagung - Koordinator Tenaga Kesejahteran Sosial Tingkat Kecamatan (TKSK) Kabupaten Tulungagung, Mohammad Imron Wahyudi mengklarifikasi pemberitaan Nenek Binah yang dikabarkan terlantar dan belum mendapatkan bantuan pemerintah.

"Berita tersebut adalah hoaks alias kabar bohong, dengan maksud yang tidak diketahui kebenaran dan kepentingannya," ujarnya, Rabu (16/6/2021).

Imron mengatakan berita yang masih beredar saat ini banyak yang harus diluruskan. Berita yang viral dalam beberapa hari ini merupakan berita Desember 2020.

"Nenek Binah ini sudah wafat pada 2019. Pemerintah juga sudah memberikan bantuan kepada almarhumah tahun 2017. Jadi itu berita hoaks,” ucapnya.

Imron memastikan, pemerintah tidak lepas tangan karena sudah merespons kasus ini sejak 2017. Kemensos melalui TKSK Kabupaten Tulungagung telah melaksanakan penyaluran bantuan.

"Kami sudah menyalurkan bantuan melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan bantuan pangan dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) pada bulan Januari 2017," ujarnya.

Imron mengaku, dia terlibat langsung ikut menyerahkan bantuan kepada Nenek Binah, pada Januari 2017 tersebut.

"Jadi tidak benar pemerintah tidak memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, tidak terkecuali kepada Nenek Binah,” ucap Imron.

 

2 dari 3 halaman

Viral

Nenek Binah merupakan warga Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Ia telah wafat pada tahun 2019 merujuk pada surat kematian yang diterbitkan Kantor Desa Kalidawir dengan Nomor 472. 11/21.409/11/2019.

Berita ini kemudian diviralkan kembali beberapa waktu belakangan ini dengan maksud yang tidak diketahui. Di dalamnya di antaranya mempertanyakan tindakan pemerintah di saat ada warganya yang tinggal di bilik bambu beralaskan tikar plastik tanpa bantal. Nenek Binah dikatakan memasak air saja tanpa ada berasnya, hanya untuk mengganjal perut.

Sementara itu pada kasus berbeda, sebagai tindak lanjut arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini, bahwa Kemensos harus merespons cepat berbagai masalah yang terjadi.

Biro Hubungan Masyarakat Kemensos juga melakukan penelusuran awal terhadap lansia Noorlia Effendy warga Griya Permata Gedangan, Desa Kebonsikep, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Effendy merupakan lansia berusia 78 tahun pensiun tenaga satuan pengamanan (satpam). Berhenti bekerja pada tahun 2010, Effendy merasakan kesulitan membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Atasan laporan masyarakat, Kemensos mengecek langsung kondisi lansia tersebut.

Tim kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo dan Kepala Desa Kebonsikep, bersama Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, dan Pendamping Rehabilitasi Sosial.

Atas dasar asesemen yang dilakukan tim, Kemensos akan menyusun langkah lebih lanjut sebelum menentukan layanan yang sesuai.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: