Sukses

RS Lapangan Ijen Malang Penuh Pasien Covid-19, Butuh Bed Tambahan

Liputan6.com, Malang - Kasus harian Covid-19 di Malang raya terus naik tinggi dalam beberapa hari terakhir ini. Lonjakan jumlah pasien yang butuh perawatan segera itu membuat RS Lapangan Ijen Boulevard Malang overload atau kapasitasnya telah terisi lebih dari 100 persen.

RS Lapangan Ijen Boulevard dipuntukkan pasien Covid-19 di Malang raya dan sekitarnya. Berkapasitas 307 bed atau tempat tidur. Perlahan, bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisiannya terus naik. Rabu kemarin masih 91,53 persen, tapi sore ini sudah 100 persen.

Direktur RS Lapangan Ijen Boulevard Malang, Heri Sutanto mengatakan pihaknya sedang berusaha mencari jalan keluar, salah satunya dengan cara mencari bed tambahan. Sebab kapasitas sudah penuh tapi masih masih akan bertambah.

“Nanti akan ada sekitar 14 pasien lagi yang masuk, jadi ini sudah penuh. Kalau masih bisa ditambah, kami akan cari bed lagi,” kata Direktur RS Lapangan Ijen Boulevard Malang, Heri Sutanto, Kamis, 24 Juni 2021.

Selain berusaha mencari bed tambahan, lanjut Heri, untuk sementara ini pihak rumah sakit darurat itu akan berusaha memaksimalkan ruangan yang ada. Situasi darurat itu juga membuat tenaga medis mulai kewalahan karena pasien terus bertambah.

“Ruangan yang masih bisa diisi pasien ya diisi pasien. Ini sudah darurat, kami kehabisan tenaga dan sumber daya manusia,” ujar Heri.

Ada sekitar 22 rumah sakit rujukan Covid-19 di Malang dan sebagian besar di antaranya perlahan terancam penuh terisi pasien baru. Situasi itu sangat mengkhawatirkan terutama bila kasus harian baru juga terus bertambah.

“Di rumah sakit swasta juga sudah banyak yang penuh pasien,” kata Heri.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Klaster Baru Covid-19 Bermunculan

Sementara itu di Kota Malang klaster baru penyebaran Covid-19 kembali muncul. Terbaru adalah klaster Perumahan Puri Nirwana Dinoyo. Di tempat ini ada satu rumah layaknya asrama mahasiswa dengan temuan kasus positif Covid-19 ada sebanyak 12 orang.

“Dihuni 28 orang dan setelah dites swab yang terkonfirmasi positif ada 12 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif.

Dengan temuan itu, dalam satu bulan terakhir ini telah ada enam klaster penyebaran Covid-19 di Kota Malang.Lima klaster sebelumnya yakni Klaster Perum Bukit Hijau dan Pertamata Hijau Tlogomas ada 22 orang positif (2 orang meninggal).

Lalu klaster Lowokdoro ada 12 orang positif (2 orang meninggal). Berikutnya, klaster Jalan Tretes ada 7 orang positif (2 orang meninggal). Lalu klaster JA Suprapto ada 11 orang positif (2 orang meninggal). Terakhir yakni klaster bandulan ada 7 orang positif (1 meninggal).