Sukses

Siapkan Link, Relawan Ning Lia Galang Dukungan Menuju Kursi DPD 2024

Liputan6.com, Surabaya - Gagal maju di Pilwali Surabaya 2020, dukungan untuk Lia Istifhama dari relawannya tidak bubar jalan, bahkan masih solid hingga hari ini.

Ketua Benteng Lia, Gus Yusuf Hidayat menyampaikan sinyal kesiapan relawan untuk menggalang KTP sebagai syarat Ning Lia maju sebagai calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 2024.

Yusuf mengungkapkan, dukungan untuk DPD disebabkan relawan ning Lia berasal dari partai politik yang berbeda-beda. Sedangkan Ning Lia sendiri, merupakan sosok yang ingin merangkul semua kalangan.

“Banyak tokoh politik yang menanyakan sikap politik Ning Lia. Bahkan dilamar untuk masuk beberapa partai. Saya juga sering menanyakan kembali pada Ning Lia, rencana bagaimana? Tapi beliaunya bilang ingin merangkul semua orang. Saya maklum, karena temannya banyak lintas parpol," papar Gus Yusuf Hidayat, Kamis (24/6/2021).

Evana, selaku Koordinator Surabaya Berlian saat Ning Lia masuk dalam Kandidat Piwali Surabaya, menegaskan bahwa Surabaya Berlian siap berubah menjadi Jatim Berlian.

“Ning Lia pasukannya banyak. Begitu muncul wacana maju DPD, kami sudah mendata teman-teman di beberapa Kabupaten-Kota yang siap membantu all out menjadi proses dukungan hingga mengantarkan Ning Lia ke senayan," katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Siap Turun

Ia juga mengaku sudah membuatkan link pendaftaran dukungan terhadap ning Lia dan siap turun langsung ke masyarakat untuk turut memberikan dukungan melalui KTP dan formulir dukungan.

"Simpatisan ning Lia itu banyak dan mengakar. Kami saksinya karena kami rajin turun dari gang ke gang saat Pilwali lalu," ujarnya l.

Evana yang merupakan warga Rungkut tersebut, kemudian menjelaskan bahwa link google form untuk dukungan pada Ning Lia, telah dibuat dengan alamat link: https://bit.ly/DulureNingLiaForDPDJati. Ia yakin, intensitas ning Lia menyuarakan isu terkait pendidikan dan pertanian, pasti menjadi nilai tersendiri yang efektif meningkatkan elektabilitas aktivis perempuan tersebut.