Sukses

Kasus Covid-19 Melonjak, Satu Nakes di Banyuwangi Meninggal

Liputan6.com, Surabaya - Seorang tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Licin, Banyuwangi meninggal dunia. Nakes  wanita berusia 39 tahun tersebut sempat dirawat intensif, namun tidak tertolong karena kondisi yang semakin memburuk.

"Satu perawat perempuan dari Puskesmas meninggal dunia. Meninggalnya kemarin dan sudah dimakamkan dengan protokol kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Widji Lestariono, Jumat (25/6/2021), dikutip dari TimesIndonesia.

Menurut Rio, sejak dirujuk ke RSUD Blambangan, kondisi nakes tersebut sudah kritis karena mengalami penurunan saturasi oksigen. Ia pun harus dirawat di ICU Covid-19 untuk mendapatkan perawatan khusus. Hingga akhirnya virus sudah merambah ke bagian paru-paru dan kondisinya semakin memburuk.

Berdasarkan data Covid-19 Satgas setempat, pada Juni 2021 ini dilaporkan ada sekitar 18 nakes yang terkonfirmasi positif. Keseluruhannya merupakan petugas yang melakukan tracing kepada masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19.

Bermula dari klaster hajatan, penularan Covid-19 pun merembet kepada petugas Puskesmas. Setidaknya ada 3 klaster Puskesmas di Banyuwangi yang masih aktif.

Saksikan video pilihan di bawah ini :

2 dari 2 halaman

Abaikan Prokes

Dinas Kesehatan pun menekankan, faktor kerumunan dan abainya masyarakat menggunakan masker menjadi pemicu utama penularan Covid-19.

Seperti diketahui, setelah sejumlah izin kegiatan dilonggarkan, masyarakat dengan seenaknya sendiri menggelar kegiatan secara besar-besaran. Bahkan, tak jarang dari mereka yang menggelar kegiatan tanpa melalui proses evaluasi dari Satgas Kecamatan.

"Faktor kerumunan ini semakin menguatkan proses penularan. Sebab itu kami akan mengevaluasi lagi," katanya.

Saat ini, Satgas Kabupaten sedang gencar melakukan tracing dari masing-masing klaster. Hal ini terus dilakukan hingga tidak ada lagi temuan penambahan jumlah penularan Covid-19 di Banyuwangi.