Sukses

VIDEO: 54 Warga Sawotratap Terpapar COVID-19 dan Jalani Isolasi Mandiri

Liputan6.com, Jakarta Lonjakan kasus positif Covid-19 di sejumlah wilayah di Indonesia turut dialami oleh masyarakat Sidoarjo, Jawa Timur. Setidaknya sebanyak 54 warga terkonfirmasi positif Covid-19 selama masa PPKM Darurat berlangsung. Menyikapi hal tersebut, Satgas Covid-19 dan TNI beserta aparat terkait lainnya menegaskan kembali kepada warga agar mobilitas segera diredakan dan pengamanan diperketat.

Gubernur Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya, serta Kapolda Jawa Timur, meninjau pelaksanaan PPKM Darurat di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Setelah 54 warga positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri.

Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Suhariyanto mengatakan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Desa Sawotratap, seluruh anggota TNI, Polri dan Satgas Covid-19 Sidoarjo harus tegas menjalankan PPKM Darurat, termasuk memperhatikan kebutuhan logistik dan aktivitas 54 warga yang isolasi mandiri.

Seluruh warga yang terpapar juga diimbau tidak kontak langsung dengan warga lain. Tim Satgas juga memberlakukan pembatasan mobilitas antar desa, serta memberlakukan karantina wilayah.

“Desa ini karena sudah ada 54 orang yang isolasi mandiri, maka mobilitas itu harus berkurang, bahkan harus dihentikan, sehingga Babinsa, Bhabinkamtibmas, dibantu kekuatan itu agar melarang warganya yang masih jalan-jalan kesana kemari untuk diam di rumah,” terang Mayjend TNI Suharyanto, Pangdam V/Brawijaya.

Bupati Sidoarjo Ahmad Mudlor Ali memastikan pihaknya setiap hari mengawasi desa ini, khususnya ke-54 warga yang terjangkit. Berikut seperti dilansir pada Liputan6, (9/7/2021).

“Sekarang tersisa 54, ini kita pastikan bantuan dari Dandim beserta semua jajaran untuk memastikan orangnya benar-benar isoman, orang yang isoman ini benar-benar keluar rumah kalau dia negatif,” kata Ahmad Muhdlor Ali, Bupati Sidoarjo.

Pada 26 Juni yang lalu, awalnya seorang warga desa ini terpapar Covid-19 setelah pulang perjalanan dinas ke Bangkalan. Jumlah warga yang terjangkit terus bertambah, karena diduga ikut mengantarkan pasien ke rumah sakit.