Sukses

Beda Data Pasien Meninggal Covid-19 di Malang, Selisih Seribu Lebih Kasus

Liputan6.com, Malang - Jumlah pasien Covid-19 di Malang yang meninggal dunia berbeda antar data yang resmi diumumkan pemerintah dengan fakta di lapangan dengan. Bahkan secara kumulatif pun perbedaan data itu selisihnya terpaut sangat jauh.

Berdasarkan data Tim UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup, sepanjang pandemi sampai dengan 23 Juli 2021 telah dimakamkan 2.056 pasien Covid-19 di Malang. Kasus kematian tertinggi terjadi pada Juli ini ada 567 pasien meninggal dunia.

Kontras dengan data Pemkot Malang yang mencatat sampai 22 Juli 2021 ada 853 pasien meninggal (709 pasien positif dan 144 pasien probable). Dengan pasien meninggal tiap hari yang diumumkan selalu di bawah 5 kasus dan sering pula dilaporkan nihil kasus kematian.

Kepala UPT Pengelolaan Pemakaman Umum Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Taqruni Akbar, mengatakan tim pemakaman bekerja lebih keras pada Juli ini lantaran setiap hari rata – rata ada 25-30 pasien meninggal dunia.

“Semua data dari Dinas Kesehatan Kota Malang dan ada keterangannya (pasien positif-red). Tugas kami hanya memakamkan,” kata Taqruni di Malang, Jumat, 23 Juli 2021.

Tingginya angka kasus kematian pasien Covid-19 itu pun bahkan membuat UPT Pemakaman menambah satu tim lagi pada Juli ini. Itu bertujuan untuk membantu percepatan penanganan pemakaman pasien.

Soal perbedaan data pasien Covid-19 di Malang yang terpaut jauh antara rilis pemerintah dengan versi tim pemakaman, Taqruni tak bisa menjelaskan. Ia pun heran bila disebut pada Juli ini ada hari tertentu tak ada kasus kematian pasien.

“Ada yang tak fair atau tidak, saya tak tahu. Tapi ya terserah, mau bagaimana lagi. Yang penting kami jalan begitu ada informasi masuk ke kami,” ujar Taqruni.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Data UPT Pemakaman

Tim UPT Pemakaman selama pandemi memakamkan warga sesuai protokol Covid-19 ada sebanyak 2.056 pemakaman. Rinciannya yakni sepanjang 2020 lalu ada sebanyak 710 warga Kota Malang meninggal karena infeksi Covid-19.

Lalu pada 2021 ini secara berurutan yakni pada Januari tercatat ada 200 pasien meninggal, 99 pasien pada Februari, 119 pasien pada Maret. Lalu pada April ada 113 pasien meninggal dunia, 89 pasien pada Mei, 159 pasien pada Juni dan 567 pasien pada Juli ini yang masih menyisakan sepekan.

“Juli ini jadi yang tertinggi, bahkan tak sedikit itu ada pasien isolasi mandiri. Kami turut berduka kepada keluarga mereka,” ujar Taqruni.