Sukses

Program Vaksinasi Covid-19 di Malang Sudah Pakai 365 Ribu Dosis

Liputan6.com, Malang - Pemerintah Kota Malang masih menunggu kiriman tambahan vaksin Covid-19 yang sudah habis. Sejauh ini untuk program vaksinasi di Malang telah digunakan sebanyak 365 ribu dosis baik untuk dosis pertama maupun kedua.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan capaian vaksinasi di Malang itu belum memenuhi target sebanyak 590 ribu orang divaksin dosis penuh. Jumlah itu setara 70 persen dari populasi penduduk di kota itu untuk memenuhi syarat herd immunity.

“Ada yang belum itu karena sekarang sudah habis, kami masih menunggu ketersediaan vaksin,” kata Husnul di Malang, Sabtu, 24 Juli 2021.

Bila nanti vaksin sudah tiba, masih harus dilihat lagi apakah itu dijadwalkan untuk vaksin dosis pertama atau kedua. Bila ternyata untuk dosis kedua, maka mereka yang sebelumnya sudah menerima vaksin tahap pertama akan diprioritaskan lebih dulu.

“Nanti bila sudah datang masih harus dilihat itu jadwal untuk dosis pertama atau kedua,” ucapnya.

Husnul menjelaskan, syarat terpenuhinya herd immunity itu bukan hanya memenuhi target banyak vaksinnya. Tapi juga kualitasnya yakni sudah mencakup vaksin penuh baik itu dosis pertama maupun kedua.

“Kalau target 70 persen populasi itu belum vaksin penuh ya herd immunity masih belum stabil,” ujarnya.

Pencapaian 365 ribu dosis vaksin itu sendiri 90 persen lebih dipakai bagi warga Kota Malang saja. Sisanya, menyasar masyarakat beridentitas kependudukan luar kota tapi berdomisili di kota tersebut mendukung percepatan vaksinasi di Malang.

2 dari 2 halaman

Pendaftaran Vaksinasi di Malang

Pemkot Malang sendiri sedang merancang layanan daring untuk informasi ketersediaan dan jadwal vaksinasi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Malang, Nur Widianto, platform tersebut belum bisa digunakan lantaran sedang disiapkan termasuk input berbagai data. Misalnya data fasilitas layanan kesehatan (faskes) maupun jumlah ketersediaan vaksin.

“Ada faskes yang bisa melayani pendaftaran secara daring, tapi masih terbatas untuk wilayah terdekatnya,” kata Nur Widianto.

Meski begitu, masyarakat sementara ini bisa mendaftar di masing – masing RT dan RW di tempat tinggalnya. Lalu bakal diteruskan ke faskes terdekat seperti puskesmas untuk kemudian dijadwalkan vaksinasinya.