Sukses

KPK Tangkap Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

VIDEO: Pemkot Surabaya Sediakan Tempat Isolasi Mandiri di 154 Kelurahan

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kota Surabaya melarang para warganya yang positif covid (OTG) untuk melakukan isoman di rumah. Pada saat ini Pemkot sudah menyediakan tempat dan fasilitas untuk isoman, yang sudah disebar di 154 kelurahan di Surabaya, Jawa Timur. Selain itu gedung sekolah yang terdiri dari 4 lantai, turut dijadikan tempat isoman. Berikut pemberitaannya pada Liputan6, (25/7/2021).

Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, melarang warganya melakukan isolasi mandiri di rumah. Sebagai gantinya, Pemkot menyediakan fasilitas tempat isolasi yang tersebar di 154 kelurahan. Untuk memastikan kesiapan kelurahan menyediakan fasilitas isolasi, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi melakukan sidak ke Kelurahan Mulyorejo, Sabtu siang.

Pemberian fasilitas isolasi di tiap kelurahan ini diharapkan membuat kondisi kesehatan pasien lebih terpantau, dan mencegah terjadinya klaster keluarga.

“Kalau ada yang positif covid, hasil tes swab antigennya, maka bisa di rumah Griya Mulyorejo Sehat ini, Insya Allah disinilah nanti kita jadikan tempat untuk berkumpul bersama dengan bahagia, kita sediakan tempat untuk bulu tangkis, untuk meja ping pong, setelah itu ada guru senam,” kata Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.

Pemerintah Kota Surabaya juga menyiapkan gedung sekolah sebagai tempat isolasi mandiri bagi warga positif Covid-19. Salah satunya sebuah gedung sekolah swasta di kawasan komplek Perumahan di Jalan Puncak Sambisari, Kecamatan Sambikerep.

Gedung sekolah berlantai 4 ini mampu menampung 500 pasien. Para pasien yang dirawat merupakan pasien dari Puskesmas Made dan Puskesmas Lontar yang akan diawasi oleh dokter dan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.

“Yang menjadi kita menyediakan, memberikan tempat di SMK ini untuk menjadi tempat isoman, jadi itu yang melatarbelakangi, kita kepingin bergandeng tangan, bersama dengan pemerintah dan seluruh rakyat, untuk ambil bagian di dalam perangi covid ini,” terang Monica Suryani, Perwakilan Yayasan SMK.

Tak hanya ruang kelas, pihak sekolah juga menyumbangkan 500 tempat tidur berbahan karton yang nantinya bisa digunakan pasien.