Sukses

VIDEO: Batal Beli Laptop, Kakak Beradik Ini Donasikan Tabungannya untuk Bantu COVID-19

Liputan6.com, Jakarta Kakak beradik bongkar tabungan untuk bantu pasien Covid-19 di Pacitan, Jawa Timur. Adinda Larasati berusia 11 tahun dan adiknya Arinda berusia 5 tahun berhasil mengumpulkan uang Rp 1,9 juta selama 4 bulan. Uang tabungan tersebut didonasikan ke Posko Pengisian Oksigen yang dikelola karang taruna Kabupaten Pacitan.

Adinda mengatakan, uang tabungan tersebut awalnya untuk dibelikan laptop, tapi karena kondisi pandemi ini, dan sedang kekurangannya oksigen, maka tabungan itu didonasikan untuk pasien Covid-19. Demikian seperti diberitakan pada Liputan6, (27/7/2021).

Pagi-pagi benar, kakak beradik warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Pacitan, Jawa Timur, sudah sibuk membongkar celengan mereka. Adinda Larasati berusia 11 tahun dan adiknya Arinda yang berusia 5 tahun berhasil mengumpulkan uang Rp 1,9 juta selama 4 bulan belakangan.

Uang tabungan yang awalnya hendak dibelikan komputer jinjing, ternyata dibawa oleh Adinda dan Arinda ke posko pengisian oksigen yang dikelola Karang Taruna Kabupaten Pacitan. 

Di posko uang pecahan berupa koin lima ratusan hingga pecahan lima ribuan itu langsung diserahkan kepada panitia. Panitia awalnya ragu, tapi siswa kelas 6 SD dan TK ini menyatakan ikhlas menyumbangkan tabungannya demi pasien Covid-19.

“Awalnya nabung untuk membeli laptop, tapi karena kondisi pandemi ini kekurangan oksigen, saya ikhlaskan uang tabungan itu untuk saya donasikan, semoga yang saya donasikan bermanfaat dan pandemi ini segera berakhir,” ungkap Adinda Larasati Pratikna, Donatur.

“Alkhamdulillah tadi ada dua anak yang mendonasikan tabungannya dengan lima ribuan dan puluhan ribuan, mereka mendonasikan uang tabungannya demi kepentingan sosial, terutama untuk ikut sumbang sih, berdonasi dalam rangka kita menyalurkan oksigen untuk saudara kita yang membutuhkan,” kata Suci Restiati, Anggota Karang Taruna Kabupaten Pacitan.

Saat ini permintaan tabung dan oksigen di Kabupaten Pacitan, masih cukup tinggi, seiring bertambahnya warga yang terpapar Covid-19.