Sukses

Kata RSLI Surabaya soal Fenomena Aneh CT Value Pasien Covid-19

Liputan6.com, Surabaya - Penanggung Jawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI Surabaya) Laksamana Pertama Ahmad Samsulhadi menegaskan pihaknya tidak berwenang mengumumkan adanya varian baru Covid-19 yang muncul, termasuk varian Mu. 

Sebelumnya, beredar kabar RSLI menemukan fenomena aneh pada CT Value pasien asal Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pemberitaan kemudian meluas mengenai kemungkinan munculnya varian Covid-19 Mu tersebut. 

Dokter Samsulhadi mengatakan, RSLI tidak pernah mengabarkan adanya varian baru Mu tersebut. Karena tugas RSLI merawat pasien Covid-19 dan melakukan tindak lanjut apabila ada yang perlu dicermati. Kemudian, melaporkannya kepada pemangku kebijakan yakni Dinkes Provinsi Jatim dan Gubernur Jatim.

"Setelah itu baru kita tindaklanjuti setelah rilis resmi dari mereka," terangnya, Jumat (10/9/2021), dikutip dari Antara. 

Ia melanjutkan, jika saat ini keberadaan pasien PMI memang menjadi bahan diskusi  yang hangat. Terkait Covid-19 yang kebanyakan diderita oleh pasien PMI masuk dalam Variant of Consequence (VoC).

"Karena merupakan pelaku perjalanan internasional, maka selain tugas kami merawat, juga sebagai ilmuwan dan profesional di bidang kesehatan, kami aware terhadap fenomena yang ada untuk bisa mengumpulkan data dan kami tindak lanjuti dengan penelitian lalu kami sampaikan kepada pihak terkait," papar dr. Samsulhadi.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

CT Value di Bawah 25

Sejak penanganan PMI mulai 6 Mei 2021 RSLI mendapatkan data yang menarik, di mana setelah 8/10 hari dan kini 12 hari dirawat kemudian swab PCR lanjutan ternyata banyak sekali dijumpai hasil CT Value pasien di bawah 25. Yakni total sebanyak 879.

Dari jumlah itupun, jelas dr Samsul, terdapat 78 pasien yang jumlah CT Value nya di bawah 15, serta  22 orang dengan CT Value antara 5-10 dan 2 orang dengan CT value di bawah 2. 

"Terhadap fenomena ini, sekali lagi kami tidak pernah deklare adanya varian baru. Hanya saja, alangkah sayangnya apabila data-data menarik ini lewat begitu saja, sehingga kami sampaikan kepada pihak terkait, termasuk pemerintah untuk ditindaklanjuti," tambahnya terkait isu munculnya Covid-19 Varian Mu di RSLI Surabaya.