Sukses

Kejar Turun Level PPKM, Pemkab Kediri Percepat Vaksinasi

Liputan6.com, Surabaya - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan, pihaknya terus berupaya menurunkan level penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), salah satunya dengan percepatan vaksinasi.

"Yang menjadi perhatian saya minta untuk dilakukan evaluasi secara berkala di kecamatan-kecamatan mana saja yang masih dianggap rendah," katanya, dikutip dari Antara, Rabu (13/10/2021).

Kabupaten Kediri saat ini masih menerapkan PPKM level 3, sedangkan cakupan vaksinasi sekitar 46,78 persen dosis pertama serta 40,01 persen untuk lansia. Dhito meminta camat untuk intensif memantau proses vaksinasi di daerah.

Ia juga meminta dilakukan evaluasi secara berkala kepada beberapa kecamatan yang capaian vaksinasinya di bawah 35 persen.

"Ada beberapa kecamatan yang sudah cukup tinggi dan patut diapresiasi, seperti Kecamatan Kunjang," kata Mas Bup, sapaan akrabnya.

Ia optimistis dengan percepatan vaksinasi di kecamatan Kediri yang masih di bawah 35 persen akan terjadi penurunan PPKM dari level 3 ke 2.

"Target kami dalam beberapa pekan ke depan harus turun ke level 2, bahkan kalau bisa ke level 1. Kami genjot terus kalau perlu lakukan 'Serbuan Vaksin' di kecamatan yang masih rendah," kata dia.

 

 * Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

12.777 Orang Sembuh Covid-19

Di Kabupaten Kediri, hingga Selasa, terdapat 14.007 orang yang telah terkonfirmasi COVID-19. Ada 12.777 orang telah sembuh, 1.189 orang meninggal dunia, dan 41 orang masih dirawat.

Sejumlah instansi, baik pemerintah maupun swasta, termasuk partai juga melakukan vaksinasi di Kabupaten Kediri demi mendukung percepatan vaksinasi di daerah ini.

Walaupun saat ini masih PPKM, beberapa layanan publik mulai uji coba dibuka, termasuk pusat perbelanjaan dan lokasi wisata, di antaranya area wisata Gunung Kelud (1.731 meter di atas permukaan laut) air terjun Irenggolo, serta Sumber Podang.