Sukses

Upaya Melestarikan Tanam Padi Jajar Legowo di Bondowoso

Liputan6.com, Bondowoso - Ketua DPD Perempuan Tani HKTI Jatim Lia Istifhama bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono serta Kelompok Tani (Poktan) Sumber Rejeki Traktakan, melestarikan sistem tanam padi Jajar Legowo (Jarwo).

Salah satu sistem tanam padi secara tradisional yang masih dilestarikan oleh para petani nusantara ini dipraktikkan secara serentak oleh poktan Sumber Rejeki Traktakan, Bondowoso.

"Sesuai pengalaman saya turun ke petani, sistem tanam padi Jajar Legowo ini sangat efektif. Namun, tetap harus memperhatikan kondisi geografis, yaitu tekstur tanah dan karakter wilayah setempat," ujar Lia Istifhama, Rabu (27/10/2021).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso Hendri Widotono menyampaikan, penggunaan sistem Jajar Legowo diwilayahnya ini sangat cocok dan berhasil meningkatkan produktivitas pertanian.

"Itu sebabnya petani di sini rutin menggunakan sistem tersebut," katanya.

Hendri menegaskan, sistem tanam padi Jajar Legowo ini membuat peranakan tumbuh dengan baik dan banyak dari pada menggunakan sistem lainnya.

"Semoga sistem Jarwo yang dilaksanakan petani saat ini, juga berhasil meningkatkan hasil panen," ucapnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tingkatkan Jumlah Tanaman

Dia menyatakan, sistem Jarwo mempunyai sejumlah keuntungan, diantaranya terdapat ruang terbuka yang lebih lebar diantara dua kelompok barisan tanaman yang akan memperbanyak masuknya cahaya matahari ke setiap rumpun tanaman, sehingga meningkatkan aktivitas fotosintesis dampaknya terjadi peningkatan produktivitas tanaman.

"Selain itu memudahkan petani dalam pengelolaan usaha taninya seperti pemupukan susulan, penyiangan, pelaksanaan pengendalian hama," ujarnya.

Sistem Jarwo juga meningkatkan jumlah tanaman pada kedua bagian pinggir untuk setiap set Jajar Legowo, sehingga berpeluang untuk meningkatkan produktivitas tanaman akibat peningkatan populasi.