Sukses

Sempat Dikira Mainan, Begini Kronologi Penemuan Jasad Bayi di Kota Malang

Liputan6.com, Malang - Jasad bayi perempuan ditemukan di Sungai Tanjung, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kondisi bayi tersebut telah meninggal dunia dengan tali pusar yang masih melekat.

Saksi mata Andika mengatakan, bayi tersebut ditemukan oleh salah seorang warga yang tengah memancing di sekitar Sungai Tanjung. Mayat bayi tersebut ditemukan tersangkut di batang tanaman bambu yang ada di aluran sungai.

"Warga yang sedang memancing tersebut melihat mayat bayi itu tersangkut di bambu-bambu. Pada awalnya dikira mainan," ungkap Andika, Senin (15/11/2021), dilansir dari Antara.

Ia menambahkan, kemudian warga yang pada awalnya tengah memancing tersebut, memberitahu warga lain yang ada di sekitar lokasi. Kemudian secara bersama-sama, warga mendekati lokasi tersebut, dan memastikan bahwa sosok itu merupakan mayat bayi.

"Warga dan pemancing mendekati mayat bayi tersebut. Ternyata benar, itu adalah mayat bayi dan bukan mainan," ujarnya.

Warga kemudian melaporkan hal tersebut kepada petugas yang ada di Polsek Sukun, Kota Malang. Tim dari Polsek Sukun beserta tim medis kemudian mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi mayat bayi tersebut.

Jenazah bayi tersebut, dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Kota Malang.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. 

 

 

2 dari 2 halaman

Tes DNA

Sementara itu, Kepolisian Resor Kota Malang Kota melakukan penyelidikan adanya penemuan sesosok mayat bayi perempuan yang ditemukan di Gang 14 RT5/5 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur pada Senin.

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto di Kota Malang, Jawa Timur, mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait dengan kasus penemuan mayat bayi tersebut. "Iya betul, kami akan selidiki," kata Budi.

Budi menjelaskan, pihaknya juga akan meminta dilakukan autopsi terhadap jasad bayi malang tersebut. Autopsi perlu dilakukan, untuk pencocokan data (DNA) jika nanti diketahui siapa orang tua yang membuang bayi tersebut.

"Kami meminta dilakukan otopsi guna mencocokkan (DNA), jika nanti diketahui orang tua yang membuang bayi tersebut," ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Sukun, AKP Nyoto Gelar menambahkan saat ini pihak kepolisian tengah mengumpulkan data dari para saksi terkait temuan mayat bayi tersebut. Diperkirakan, bayi tersebut baru berusia enam bulan.

"Saat ini masih dalam proses penyelidikan. Nanti akan kita data untuk saksi awal yang menemukan," ucap dia.