Sukses

Hujan Deras Guyur Surabaya, Rumah Warga Siwalankerto Jadi Kolam Dadakan

Liputan6.com, Surabaya - Nur Novita Sari, warga Siwalankerto Timur I Surabaya mengaku, rumahnya mendadak menjadi kolam akibat hujan deras yang mengguyur Kota Pahlawan, mulai pukul 16.30 WIB hingga saat malam, Selasa (23/11/2021).

Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikosa) Almamater Wartawan Surabaya (AWS) ini menceritakan, selama ini di daerah depan rumahnya itu memang kerap sekali banjir tapi cuma sebatas mata kaki sana dan tidak pernah tinggi.

"Karena mungkin dua selokan di depan rumah tidak mampu menampung air hujan, makanya akhirnya masuk rumah," tuturnya saat berbincang dengan Liputan6.com melalui sambungan telepon seluler.

"Banjir masuk ke rumah biasanya juga tidak sampai tinggi tapi mungkin karena curah hujan tinggi dan mulai dari sore tadi makanya banjirnya masuk ke rumah hingga ke kamar," kata perempuan yang akrab disapa Bajing ini.

Dia mengungkapkan, daerah tempat tinggalnya ini tidak pernah banjir sampai parah seperti saat ini dan baru kali ini banjirnya sampai selutut orang dewasa.

"Banjir ini masuk ke rumah warga yang ada di satu gang ini, banjir semuanya," ucapnya.

Dia mengatakan, sebelumnya banyak pembangunan dan perbaikan rumah yang sudah ditinggikan tapi mungkin karena saking parahnya banjir ini sehingga masuk ke rumah.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Selokan Dangkal

"Sebelumnya banjirnya masih aman-aman saja dan hanya genangan di jalan raya saja dan hanya sebatas semata kaki saja. Dan banjir kali ini sudah tidak bisa dilalui karena sudah setinggi lutut," ujarnya.

Dia menjelaskan, di daerah rumahnya tidak ada sungai, adanya cuma selokan yang berada di dua sisi jalan. Ukurannya kira-kira 30 sampai 40 sentimeter dan satunya sekitar satu meteran. Dan dua-duanya juga dangkal.

"Sebelum banjir seperti ini, warga sudah melakukan kerja bakti bersih-bersih selokan dan airnya juga mengalir. Tapi mungkin karena curah hujannya tinggi sehingga selokan tidak bisa menampung dan akhirnya masuk ke rumah warga," ucapnya.