Sukses

Terdampak Pandemi, Pelaku UMKM di Bojonegoro Dilatih Membatik

Liputan6.com, Bojonegoro - Pertamina EP Sukowati Field menggelar workshop dan pelatihan membatik untuk 20 pelaku UMKM di Hotel Aston Bojonegoro.

Senior Officer Relations & CID Pertamina EP Cepu Zona 11 Ahmad Setiyadi mengatakan, workshop dan pelatihan membatik ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu-ibu rumah tangga pengrajin batik yang sudah lama tidak aktif dalam kegiatan membatik akibat Pandemi.

"Pertamina akan memberikan pelatihan sekaligus pendampingan sampai mereka mandiri dan mendapatkan exit strategi," ujarnya disela-sela acara, ditulis Senin (29/11/2021).

"Ada rangkaian kegiatan yang akan mendukung kegiatan warga Sambiroto, seperti akses permodalan, peralatan, dan studi banding," tambahnya.

Setiadi mengaku, keberhasilan sebuah kelompok ini selain keseriusan dalam mengelola juga bagaimana agar mereka bisa terorganisir dengan baik dan benar.

"Sehingga kedepan bisa re-organisasi dan turun temurun ke anak-cucu. Jadi, jangan sampai ditinggalkan ilmu yang didapat," tukasnya.

Camat Kapas Bojonegoro Mahfud mengapresiasi kegiatan workshop dan pelatihan membatik ini dari Pertamina EP Sukowati Field yang bermanfaat dan diharapkan bisa berkesinambungan.

"Jadi, tidak berhenti disini saja," tegasnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Lama Tak Produksi

Sementara Kades Sambiroto, Gunawan Wibisono mengaku, jika kerajinan batik di wilayahnya sudah lama ada yaitu sejak tahun 2011. Namun, akibat Pandemi mereka tidak lagi berproduksi.

"Dengan adanya kegiatan ini, bisa membangkitkan semangat warga dan meningkatkan perekonomian Desa Sambiroto," tegasnya.

Terpisah, Seksi Promosi Dinas Perdagangan, Sulistyowati mengatakan, jika potensi batik di Bojonegoro sangat besar. Sehinga, butuh upaya semua pihak untuk membangkitkan perekonomian warga melalui batik.

"Pemkab Bojonegoro juga hadir untuk pelaku UMKM, baik itu pelatihan, pendampingan, hingga pemasaran," pungkasnya.