Sukses

Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Penjualan Karbit Asal Driyorejo Gresik

Liputan6.com, Surabaya - PT Emdeki Utama Tbk (MDKI), perusahaan yang bergerak di bidang industri Kalsium Karbida atau karbit asal Driyorejo Gresik, mengklaim penjualannya masih meningkat walaupun masih ada bayang-bayang ketidakpastian pasar global akibat pandemi Covid-19.

"Emdeki Utama memiliki brand awareness dan kualitas produk yang telah terbukti selama lebih dari tiga dekade, jaringan distribusi yang efisien didukung oleh pemegang saham dan manajemen dengan rekam jejak yang baik dalam dunia bisnis nasional dan internasional," tutur Direktur Emdeki Kilambi Chakravarthi, Senin (29/11/2021).

Menurutnya, ketidakpastian kebijakan perdagangan global dibarengi dengan adanya pandemi Covid-19 sepanjang 2020 sampai 2021 ini membayangi pertumbuhan dari negara-negara mitra dagang utama.

"Akan tetapi dengan kerja keras dan terukur dari seluruh jajaran, Emdeki Utama masih mampu menjaga stabilitas pertumbuhan dengan cukup baik," katanya saat berbincang dengan Liputan6.com di Driyorejo Gresik.

Pada Kuartal III tahun 2021, lanjut Kilambi Chakravarthi, pihaknya mencatatkan total volume penjualan Kalsium Karbida sebesar 18.498 ton, dan sampai dengan akhir tahun 2021 ditarget mencapai 23.690 ton, naik 13 persen dari penjualan 2020 yang sebesar 20.913 ton.

"Pada Kuartal III 2021, kami mencatatkan laba sebesar Rp 23,26 miliar, yang diperkirakan sampai dengan akhir tahun 2021 akan sulit mencapai laba seperti periode tahun 2020 yang sebesar Rp 40 miliar," ucapnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Produksi Carbide Desulphuriser

Direktur Emdeki Vincent Secapramana menambahkan, IPO PT Emdeki Utama Tbk direncanakan untuk pengembangan dan diverifikasi usaha yaitu memproduksi Carbide Desulphuriser sebagai pengembangan usaha dan High Grade Ferro Silica untuk digunakan oleh industri baja nasional sebagai diversifikasi usaha.

"Adanya pandemi Covid-19 secara Global mulai awal tahun 2020 sampai dengan sekarang tahun 2021 sangat mempengaruhi dan melemahkan kondisi ekonomi baik nasional maupun internasional," katanya.

Vincent menyampaikan, pembangunan pabrik Carbide Desulphuriser Tahap I telah selesai dibangun di Gresik pada akhir September 2019 dan telah berproduksi normal. Untuk pabrik Carbide Desulphuriser Tahap II di Cilegon-Banten dipertimbangkan ditunda, menunggu perkembangan positif pabrik baja di wilayah Cilegon.

"Rencana pembangunan pabrik Ferro Silica di Gresik dengan kapasitas 7.000 ton per tahun perlu ditunda, karena perlu penelaahan lebih lanjut karena berdasarkan data terakhir ramalan para ekonom dunia dan adanya pandemi Covid-19 terjadi perlambatan ekonomi," ucapnya.