Sukses

Banjir Ikut Rendam Jalan Sampang-Bangkalan hingga 70 Cm

Liputan6.com, Bangkalan - Hujan deras yang berujung banjir membuat jalan nasional yang menghubungkan Sampang-Bangkalan ikut tergenang. Banjir akibat luapan saluran air di kanan-kiri jalan raya ini terjadi mulai perbatasan Sampang dengan Bangkalan, yakni di Jalan Raya Panyepen, Kecamatan Jrengik, sekitar 7 kilometer ke arah barat Kota Sampang.

Ketinggian genangan antara 20 cm hingga 50 cm, bahkan di beberapa titik ada yang mencapai hingga 60 cm.

Selain karena luapan saluran air, genangan banjir di jalur utama penghubung empat kabupaten di Pulau Madura ini juga disebabkan karena luapan Sungai Nyiburan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Asroni menyatakan, pihaknya telah menerjunkan tim gabungan ke lokasi bencana, guna memantau perkembangan situasi terkini, sekaligus mendata warga sekitar yang terdampak banjir.

"Petugas keamanan dari unsur kepolisian, yakni Satuan Lalu Lintas Polres Sampang juga sudah berada di lokasi, untuk mengatur arus lalu lintas," katanya, Jumat (3/12/2021), dikutip dari Antara.

Selain menyebabkan terjadinya genangan banjir, hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda Sampang sejak Kamis (2/12/2021) pagi hingga malam hari itu juga menyebabkan sejumlah pepohonan roboh dan memutus aliran listrik.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Listrik Padam

"Sejumlah daerah dilaporkan mengalami pemadaman. Kami telah berkoordinasi dengan PLN dan saat ini petugas masih berupaya melakukan perbaikan," katanya.

Kecamatan Jrengik, termasuk daerah yang rawan terjadi banjir saat musim hujan seperti sekarang ini.

Selain Kecamatan Jrengik, kecamatan lain yang masuk dalam catatan BPBD Pemkab Sampang yang rawan banjir adalah Kecamatan Kota Sampang.

Sebagaimana di Kecamatan Jrengik, banjir yang sering terjadi di Kota Sampang juga disebabkan oleh luapan sungai yang tidak mampu menampung debet air, demikian Asroni.