Sukses

Deretan Mitos Gunung Semeru yang Penuh Misteri

Liputan6.com, Lumajang Gunung Semeru merupakan salah satu gunung berapi kerucut di Indonesia. Secara administratif, Gunung Semeru berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Semeru menjadi salah objek wisata favorit bagi pendaki. Keindahan di atas awan Puncak Mahameru menjadi salah satu yang diidamkan saat mendaki gunung ini.

Meski harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencapai Mahameru, namun rasa lelah tersebut akan terbayar dengan kesejukan, keindahan, dan kenikmatan sepanjang jalan pendakian Gunung Semeru.

Namun, pada Sabtu (4/12/2021) Gunung Semeru kembali meletus. Atap Pulau Jawa ini mengeluarkan guguran awan panas. Erupsi ini memakan korban jiwa.

Sejak saat itu, Gunung Semeru menjadi topik hangat, menjadi pembahasan di tengah-tengah masyarakat, termasuk warganet. Salah satunya soal mitos Gunung Semeru yang penuh misteri.

Lantas, apa saja mitos di gunung tertinggi Pulau Jawa ini? Simak berikut deretannya yang dikutip dari berbagai sumber.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. 

 

2 dari 4 halaman

1. Tempat Tinggal dan Bersemayam Para Dewa

Konon, Gunung Semeru merupakan tempat tinggal Dewa Brahma dan Wisnu. Kedua dewa tersebut membawa Gunung Semeru dari Gunung Meru di India.

Gunung Semeru dibawa oleh Dewa Brahma dan Wisnu untuk dijadikan sebagai pasak bumi. Konon kala itu Pulau Jawa masih terombang-ambing di lautan karena belum ada penekannya. Kisah ini terdapat dalam Kitab Tantu Panggelaran.

Selain itu, Mahameru dipercaya sebagai tempat bersemayam para dewa Hindu. Dewa tersebut menjadi penghubung antara bumi dan kahyangan.

 

3 dari 4 halaman

2. Penunggu Ranu Kumbolo yang Menjelma Ikan Mas

Ranu Kumbolo merupakan salah satu danau di Gunung Semeru yang berada di ketinggian 2.389 mdpl. Tidak jauh dari danau tersebut terdapat tempat berkemah, sehingga para pendaki biasanya mendirikan tenda untuk istirahat di dekat Ranu Kumbolo sembari menikmati keindahannya.

Namun, mitosnya di danau yang menjadi favorit pendaki ini ada penunggu, sosok wanita berkebaya kuning. Inilah menjadi sebab kenapa para pendaki dilarang mandi dan mencuci di danau. Termasuk dilarang mendirikan tenda 10 meter dari bibir danau.

Selain itu, dilarang juga untuk memancing di danau Ranu Kumbolo. Konon penunggu wanita berkebaya kuning itu biasanya menjelma menjadi ikan emas besar.

 

4 dari 4 halaman

3. Tanjakan Cinta

Setelah dari Ranu Kumbolo, untuk melanjutkan perjalanan hingga Mahameru, para pendaki harus melewati Tanjakan Cinta.

Tanjakan yang cukup panjang ini memiliki mitos, yaitu jika berhasil melewati Tanjakan Cinta tanpa menoleh ke belakang, kisah percintaan impiannya akan terkabul.

Namun, kadang kala di tengah perjalanan sudah lelah terlebih dahulu, sehingga istirahat dan terpaksa menoleh ke belakang.

 

Penulis: Muhamad Husni Tamami