Sukses

Kondisi Terkini 38 Pasien Covid-19 di MAN 2 Kota Malang

Liputan6.com, Malang - Sebanyak 38 orang terdiri dari 35 siswa dan 3 pengasuh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang yang positif Covid-19 telah menjalani karantina. Sebagian besar kondisi kesehatannya sangat baik dengan pemantauan penuh tenaga kesehatan (nakes).

Kepala MAN 2 Kota Malang, M Husnan, mengatakan dari seluruh pasien Covid-19 itu sebanyak 37 orang di antaranya dikarantina di Wisma PSBB milik madrasah. Satu orang lagi yakni siswa selaku kasus pertama, menjalani karantina di rumahnya.

“Hanya lima orang masih dalam perawatan khusus. Sedangkan untuk lainnya termasuk pasien positif pertama kondisi kesehatannya sudah sangat bagus,” kata Husnan di Malang, Kamis, 20 Januari 2022.

Seluruhnya menjalani proses karantina hingga 30 Januari 2020 mendatang. Pihak sekolah meminta para orang tua tak perlu khawatir dengan kondisi kesehatan para siswa. Apalagi sebelumnya semua sudah disuntik vaksin Covid-19.

"Semua yang dikarantina di wisma dalam pemantauan nakes. Tiap hari selalu ada informasi perkembangannya, mereka juga bisa video call dengan orang tuanya,” ucap Husnan.

Para wali murid maupun para siswa diimbau menjaga psikologisnya, tidak perlu terlalu panik. Sebab seluruh kebutuhan pengobatan maupun nutrisi untuk siswa yang dikarantina terjamin. Fasilitas di Wisma PSBB milik MAN 2 Kota Malang juga sangat memadai.

“Alhamdulillah semua sudah vaksin dan itu terbukti bisa mencegah potensi resiko ketika terpapar. Jadi sekali lagi semua tak perlu panik,” kata Husnan.

2 dari 2 halaman

Patuh Protokol Kesehatan

MAN 2 Kota Malang telah menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) dan menerapkan belajar daring. Pihak sekolah meminta seluruh wali murid selalu memantau anak – anaknya agar selalu patuh protokol kesehatan, terutama bila keluar rumah.

“Bahkan bila perlu tak keluar rumah demi kegiatan yang tidak penting,” ucap M Husnan.

Ia mencontohkan kasus pertama positif Covid-19 yang menginfeksi satu siswa di madrasah. Hasil penelusuran kontak erat, diduga siswa itu tertular saat menghadiri sebuah acara pernikahan di Kabupaten Malang.

“Padahal sekolah sudah menerapkan protokol sedemikian rupa ternyata masih tembus juga karena aktivitas di luar. Kalau pun ke luar, meski sudah vaksin harus tetap patuh prokes,” kata Husnan.