Sukses

Sempat Habis, Minyak Goreng Satu Harga Mendadak Ada Saat Khofifah Sidak Ritel

Liputan6.com, Malang - Stok minyak goreng satu harga dilaporkan sempat hilang tak tersedia di dua titik ritel di Kota Malang. Sempat hilangnya komoditas itu di ritel seiring penerapan kebijakan satu harga sebesar Rp 14 ribu per liter.

Saat dikunjungi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Malang Sutiaji, tiba-tiba minyak goreng murah itu kembali tersedia. Fakta itu ditemukan saat kedua tokoh itu mengecek ritel modern di Jalan Terusan Dieng dan Jalan Raya Langsep.

“Tadi ibu – ibu yang belanja bilang minyak goreng tidak ada, sudah habis. Setelah kami lihat kok ada, oh ternyata karena gubernur mau datang,” kata Wali Kota Malang Sutiaji, Jumat, 21 Januari 2022.

Sutiaji meminta seluruh ritel menjalankan kebijakan minyak goreng murah satu harga. Tidak ada yang menimbun atau menjual dengan harga di luar ketentuan. Ia meminta Bagian Perekonomian dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) terus memantau lapangan.

“Saya minta semua ritel sepenuhnya menerapkan kebijakan itu. Karena stok sebenarnya masih bisa dikendalikan dan cukup tersedia untuk waktu lama,” ujar Sutiaji.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, sejak diberlakukan kebijakan minyak goreng satu harga pada 19 Januari 2020 ada pembelian secara massif di masyarakat. Bahkan di hari kedua ada yang sejak pagi sudah kehabisan stok minyak goreng murah.

“Tadi ada ibu – ibu yang sudah keliling berbelanja dan bilang minyak goreng sudah habis,” kata Khofifah.

Ia meminta distributor minyak goreng yakni Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) saling berkoordinasi termasuk memantau ketersediaan di lapangan. Sebab pasokan komoditas itu cukup tersedia hingga enam bulan ke depan.

“Aprindo saling koordinasi dan monitoring, mungkin ada ritel yang mendapat stok sedikit,” ucap Khofifah.

2 dari 2 halaman

Stok 6 Bulan Aman

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawan mengatakan, pihaknya telah memantau minyak goreng di dua titik aglomerasi yakni Surabaya Raya dan Malang Raya. Pemantauan di dua titik itu penting dilakukan guna mengendalikan stabilitas harga komoditas tertentu.

“Kemarin saya sudah turun di Surabaya, sekarang di Malang. Karena dua titik ini jadi episentrum dari proses stabilisasi harga dan pengendalian inflasi,” ujar Khofifah.

Ia memastikan kebutuhan minyak goreng untuk enam bulan ke depan sangat cukup dan dijual dengan harga standar sebesar Rp 14 ribu per liter untuk semua merek. Masyarakat tak perlu khawatir aka nada kelangkaan komoditas itu terutama jelang Ramadan nanti.

“Sampai enam bulan ke depan stok aman dengan harga standar untuk semua merek.